Dinilai Kurang Efisien, Nelayan Banyuwangi Mulai Tinggalkan Kapal Slerek dan Beralih ke Kapal Gardan

oleh -136 Dilihat
IMG 20250617 WA0024
Kapal Slerek di Pelabuhan Muncar Banywangi,

KabarBaik.co – Populasi kapal slerek di Pelabuhan Muncar, Banyuwangi terus menurun dari tahun ke tahun. Banyak nelayan setempat meninggalkan kapal tangkap ikan tradisional itu karena alasan efisiensi.

Biaya operasional kapal slerek dinilai terlalu besar, sementara kini tangkapan ikan terus menurun. Oleh karenya banyak nelayan kini beralih menggunakan kapal gardan.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Banyuwangi, Hasan Basri mengatakan jumlah kapal slerek di Pelabuhan Muncar saat ini terdata tinggal 58 unit. Padahal pada tahun 2010 padahal jumlah Slerek masih 179 unit.

“Penurunan jumlah Slerek terjadi sejak tahun 1992, kemudian setiap tahun terus menurun, banyak jurahan kapal yang beralih pakai perahu one boat atau kapal gardan. Saat ini jumlah kapal gardan ada 98 unit, terus meningkat hampir tiap tahunnya,” kata Hasan Basri, Selasa (17/6).

Kapal Slerek, lanjut Hasan, adalah perahu tangkap ikan tradisional. Panggilan Slerek itu sendiri berasal dari jenis alat tangkap yang digunakan, yaitu berupa jaring dengan sistem operasi.

Kapal slerek dibuat berpasangan. Biasanya disebut perahu suami istri. Karena berpasangan, desain hingga warna kapal dibuat semirip mungkin. Dalam proses penangkapan ikan, total ada sekitar 30-50 nelayan yang bekerja.

Kapal perempuan biasanya berukuran lebih kecil, tugasnya adalah membawa peralatan dan jaring. Saat berangkat, kapal perempuan yang bawa jaring posisinya di depan.

Kapal laki-laki membuntuti dibelangkanya. Ketika sampai di titik yang ditentukan, perahu laki-laki akan mengulur jaring dengan melingkar sepanjang rata-rata sampai 500 meter. Setelahnya para nelayan dari kedua sisi kapal akan menarik jaring bersamaan untuk menangkap ikannya.

Dalam sekali beroperasi kapal slerek membutuhkan biaya sekitar Rp 5 juta. Bahan bakarnya setidaknya 400 liter solar dalam sekali jalan.

Sementara kapal gardan hanya membutuhkan 200 liter solar. Nelayan yang dibawa pun oleh kapal gardan jauh lebih sedikit ketimbang kapal slerek, karena mekanisme penarikan jaring seluruhnya dibantu oleh mesin.

“Kapal gardan dinilai lebih efektif, costnya tidak terlalu mahal. Makanya banyak juragan kapal yang beralih menggunakan perahu gardan. Kapal gardan sebenarnya adalah modifikasi dari kapal slerek yang dimodifikasi ditambahi mekanisme gardan untuk penarik jaring,” terangnya.

Selain itu, kata Hasan, berkurangnya tangkapan ikan juga jadi alasan nyaris punahnya kapal slerek. Ia mengibaratkan, dulu nelayan bukan mencari ikan tapi cuma mengambil ikan.

“Dalam semalam bisa sampai 2-3 kali. Tapi saat ini sehari hanya sekali melaut. Bila dulu 1-2 mil sudah dapat ikan tapi sekarang minimal 5 mil, itupun tangkapannya tidak terlalu banyak,” terangnya.

Makanya nelayan selalu berharap ikan di Muncar bisa melimpah seperti sediakala. Sehingga kapal slerek bisa dipasangkan dan perekonomian kembali berjaya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.