KabarBaik.co, Surabaya – Sekretariat DPRD Jatim mencatat adanya penghematan penggunaan BBM lebih dari 20 persen selama pelaksanaan uji coba work from home (WFH) setiap hari Rabu dalam tiga bulan terakhir.
Kebijakan yang menjadi bagian dari program efisiensi energi tersebut tidak hanya berdampak pada pengurangan penggunaan BBM, tetapi juga menekan konsumsi listrik dan air di lingkungan Sekretariat DPRD Jawa Timur.
Sekretaris DPRD Jawa Timur Moch. Ali Kuncoro mengatakan penghematan terbesar tercatat pada penggunaan BBM yang mencapai lebih dari 20 persen dibandingkan kondisi normal.
“Yang paling signifikan yakni untuk penghematan di bahan bakar, itu sampai hampir di angka 20 persen lebih, sedikit,” kata Ali Kuncoro, Rabu (3/6).
Berdasarkan hasil evaluasi selama tiga bulan pelaksanaan WFH, penggunaan listrik di lingkungan Sekretariat DPRD Jatim juga mengalami penurunan sekitar 9 persen. Sementara konsumsi air berhasil ditekan hingga 15 persen.
“Untuk listrik, kita rata-rata evaluasi selama tiga bulan berjalan terkait pelaksanaan work from home yang dilaksanakan di hari Rabu. Setwan berhasil melakukan penghematan untuk listrik sebesar 9 persen. Yang kedua untuk air, kita rata-rata bisa melakukan penghematan sebanyak 15 persen,” ujarnya.
Meski sebagian pegawai bekerja dari rumah setiap Rabu, Ali memastikan pelayanan kepada pimpinan maupun anggota DPRD Jawa Timur tetap berjalan normal. Aktivitas perkantoran juga tetap berlangsung seperti biasa karena Sekretariat DPRD masih melayani berbagai agenda, termasuk menerima kunjungan masyarakat dan penyampaian aspirasi dalam jumlah besar.
Menurutnya, pelaksanaan WFH tidak mengurangi kualitas pelayanan yang diberikan kepada pimpinan, anggota dewan, maupun masyarakat.
Terkait kemungkinan perubahan hari pelaksanaan WFH, Ali menegaskan pihaknya akan mengikuti kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat. Ia menilai hari pelaksanaan bukan menjadi persoalan utama selama produktivitas dan kualitas pelayanan tetap terjaga.
“Secara prinsip, hari apapun yang dipilih untuk melaksanakan work from home, yang terpenting kinerja pelayanan terhadap pimpinan, anggota, yang semuanya tentu ditujukan bagi masyarakat Jawa Timur itu tetap produktif, tetap aktif, dan bisa menghasilkan hal-hal positif yang berdampak bagi masyarakat,” tuturnya.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan keberlanjutan kebijakan WFH sebagai bagian dari upaya efisiensi penggunaan energi di lingkungan pemerintahan. (*)








