KabarBaik.co, Banyuwangi – Gelombang sedang hingga tinggi disertai angin kencang di perairan Selat Bali diprakirakan masih terjadi hingga Agustus mendatang. Masyarakat pesisir, nelayan, pelaku wisata bahari, hingga operator kapal penyeberangan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Banyuwangi, Yudi Nugraha mengatakan, Selat Bali saat ini memasuki musim tahunan gelombang sedang-tinggi dan angin kencang yang biasa terjadi pada Juni, Juli, dan Agustus (JJA). Kondisi tersebut diperkuat adanya interupsi dari Samudera Hindia yang membawa gelombang dari arah selatan Pulau Jawa menuju Selat Bali.
“Sehingga pada bulan Juli hingga memasuki Agustus ini, tinggi gelombang diperkirakan akan semakin meningkat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya,” kata Yudi, Senin (27/7).
Selain gelombang yang meningkat, kecepatan angin juga diprakirakan mencapai 20 knot dari arah selatan ke utara. BMKG memperkirakan tinggi gelombang di Selat Bali berkisar antara 1,2 meter hingga 2 meter, dengan potensi tertinggi terjadi di wilayah Selat Bali bagian selatan, tepatnya di sekitar Taman Nasional Alas Purwo.
Meski demikian, menurut Yudi, kondisi gelombang di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk masih berada dalam batas aman untuk operasional kapal feri.
“Untuk lintas penyebrangan, tinggi gelombang berdasarkan pantauan saat ini bisa mencapai 1,2 meter. Masih kondusif untuk penyeberangan menggunakan kapal feri. Namun, kami tetap memberikan arahan agar selalu waspada terhadap perubahan kondisi gelombang yang sewaktu-waktu bisa lebih tinggi dari biasanya,” ujarnya.
Yudi menambahkan, kawasan pantai di sisi Banyuwangi juga mengalami gelombang pantai yang lebih tinggi akibat pengaruh pasang surut dan rambatan gelombang dari selatan Selat Bali. “Fenomena alun ini mengakibatkan terbentuknya gelombang pantai yang biasanya lebih tinggi dari biasanya, terutama pada saat transisi dari surut menuju pasang,” lanjutnya.
Fenomena tersebut bahkan terpantau di kawasan Markas Satpolairud Polresta Banyuwangi di Ketapang. Dalam beberapa hari terakhir, air laut beberapa kali menghempas dinding pembatas markas hingga meluap ke area sekitar.
Kasatpolairud Polresta Banyuwangi Kompol Muchamad Wahyudi mengatakan, kondisi gelombang sedang-tinggi dan angin kencang sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir dan berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya berpotensi berlangsung hingga Agustus.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat pesisir, nelayan, operator kapal, pelaku wisata bahari, termasuk teman-teman yang hobi memancing untuk selalu memantau BMKG dan menunda aktivitas jika cuaca tidak mendukung atau terlihat gelombang tinggi,” kata Wahyudi.
Ia juga mengingatkan operator kapal penyeberangan agar tidak memuat penumpang maupun kendaraan melebihi kapasitas. “Alat keselamatan di atas kapal harus benar-benar sesuai dengan jumlah penumpang dan pengaturan muatan harus teratur. Melihat kondisi cuaca dan gelombang seperti ini, kendaraan sebaiknya wajib di-lashing agar saat dihantam ombak, keseimbangan kapal tidak hilang,” lanjutnya. (*)








