KabarBaik.co – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan industri dan investasi di Jawa Timur. Melalui kerja sama lintas daerah, ia memanfaatkan kawasan industri strategis seperti PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) untuk memperkuat perekonomian regional sekaligus mendukung pembangunan inklusif.
Dalam agenda Misi Dagang dan Investasi di Maluku, Khofifah secara khusus memperkenalkan SIER sebagai pusat pengolahan hasil laut yang memiliki fasilitas cold storage canggih. Fasilitas ini dinilai mampu mendukung industri perikanan pascapanen di Maluku, menjaga kualitas hasil tangkapan, serta memperkuat daya saing produk laut di pasar domestik dan internasional.
“Saat musim panen, produksi ikan melimpah, tetapi tanpa fasilitas penyimpanan yang memadai, nilai ekonomisnya bisa turun. Dengan cold storage, hasil tangkapan tetap segar dan bernilai jual tinggi. Ini penting untuk kesejahteraan nelayan,” ujar Khofifah dalam forum yang digelar di The Natsepa Resort, Maluku Tengah, Rabu (23/4).
Misi dagang ini mencatat nilai transaksi sebesar Rp460,75 miliar, yang mencakup komoditas unggulan seperti hasil perikanan, produk pertanian, dan hasil hutan. Khofifah menekankan bahwa kerja sama ini tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memperkuat hubungan budaya dan jejaring bisnis antara Jawa Timur dan Maluku.
Sebagai kontributor ekonomi terbesar kedua nasional, Jawa Timur mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,03 persen pada triwulan IV-2024. Dengan perdagangan antarwilayah sebagai salah satu penopang utama, surplus perdagangan Jawa Timur mencapai Rp209 triliun pada 2023, menjadikannya mitra strategis bagi provinsi lain termasuk Maluku.
Direktur Utama PT SIER, Didik Prasetiyono, mengapresiasi langkah Khofifah dalam mempromosikan kawasan industri ini. Ia menjelaskan bahwa SIER berkomitmen mendukung integrasi sektor perikanan dari hulu ke hilir dengan menyediakan fasilitas cold storage modern dan sistem logistik terintegrasi.
“Cold storage kami dirancang untuk mendukung ketahanan pasokan hasil laut, khususnya saat musim panen. Kami siap menjadi mitra strategis bagi investor Maluku dalam pengolahan dan distribusi hasil perikanan,” kata Didik.
Kerja sama ini juga mencakup pembangunan ekonomi yang inklusif, dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan nelayan. Didik menegaskan bahwa sinergi antara Jawa Timur dan Maluku dapat menciptakan peluang baru di sektor kelautan, memperkuat rantai pasok nasional, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya lokal.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah. Ia mendorong kolaborasi jangka panjang yang saling menguntungkan antara kedua provinsi. “Kerja sama ini bukan hanya soal perdagangan, tetapi juga pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kedua wilayah,” ungkapnya.
Dengan momentum ini, SIER dan Jawa Timur diharapkan mampu menjadi poros utama dalam pengembangan industri perikanan, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik tetapi juga untuk bersaing di pasar global. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antarwilayah adalah kunci untuk membangun masa depan ekonomi Indonesia yang lebih kuat.(*)






