KabarBaik.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan jalur ekonomi strategis di Lombok Timur yang sempat terputus akibat banjir kini telah kembali normal.
Jalur tersebut menjadi penghubung utama distribusi hasil pertanian, logistik kebutuhan pokok, serta aktivitas perdagangan antarwilayah dengan estimasi perputaran ekonomi mencapai miliaran rupiah setiap tahun.
Normalisasi akses ini dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan pendapatan ribuan kepala keluarga di wilayah sekitar.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal turun langsung meninjau pembangunan jembatan di Dusun Beta, Desa Perigi, Kecamatan Suela, Lombok Timur, yang sebelumnya rusak akibat banjir.
Kunjungan tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya pada infrastruktur yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat.
Gubernur NTB langsung meninjau Jembatan Perigi yang berperan penting dalam mengangkut hasil pertanian warga seperti padi, jagung, hortikultura, dan komoditas perkebunan.
Jalur ini setiap harinya dilalui puluhan kendaraan pengangkut hasil panen dan kebutuhan pokok, yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat dengan estimasi perputaran mencapai miliaran rupiah per tahun.
Gubernur Iqbal disambut masyarakat bersama pejabat terkait setempat. Saat ini, jembatan tersebut dilaporkan telah rampung dan siap digunakan, Jumat (16/1).
Ditegaskannya, penanganan pascabanjir harus berorientasi pada pemulihan kehidupan masyarakat secepat mungkin. Jembatan darurat di Perigi dibangun menggunakan Jembatan Bailey dengan bentang 18 meter dan lebar 4 meter, yang dipinjam dari Pangdam IX/Udayana dengan pembiayaan mobilisasi dan pemasangan.
“Fokus kita sekarang adalah bagaimana menormalisasi kehidupan masyarakat. Jembatan Bailey ini bisa selesai cepat berkat dukungan TNI. Saya menghubungi langsung Pangdam dan Danrem 162/WB agar pengerjaannya dipercepat,” ujarnya.
Gubernur mengungkapkan material jembatan sempat berada di Pulau Jawa sehingga membutuhkan waktu pengangkutan. Pada masa darurat, warga sempat membuat akses sementara menggunakan bambu.
Namun berkat kerja cepat lintas pihak, pembangunan jembatan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 10 hari.
Gubernur NTB juga meminta agar segera dilakukan penyempurnaan, termasuk pemasangan pembatas pengaman dan pembangunan tangga oleh BPBD Lombok Timur demi menjamin keselamatan masyarakat.
Respons cepat pemerintah tersebut disambut rasa syukur warga. Sidik, salah seorang warga Desa Perigi, menyampaikan apresiasinya.
“Kami tidak menyangka bisa secepat ini ditangani. Biasanya pemerintah janji, lama baru ditepati. Sekarang seperti mimpi, alhamdulillah jembatan sudah jadi. Kami sangat bersyukur,” ujarnya.
Usai meninjau Perigi, Gubernur Iqbal melanjutkan kunjungan ke Desa Jurit untuk melihat kondisi jembatan yang juga putus akibat banjir.
Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Jurit, Kecamatan Pringgasela, dengan Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik.
Dikatakannya, akses tersebut harus segera dipulihkan karena berkaitan langsung dengan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, terutama bagi wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem yang masih tinggi.
“Hal ini segera kita bahas dengan Pak Bupati Lombok Timur agar segera dibangun. Harus ada solusi sementara dan permanen,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB DAhsanul Khalik memastikan penanganan kerusakan akibat banjir di wilayah lain, termasuk di Pulau Sumbawa, akan didukung melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD 2026, sesuai tingkat kerusakan, dampak langsung bagi masyarakat, serta ketersediaan anggaran.
“Dalam waktu dekat, Gubernur NTB dijadwalkan mengunjungi sejumlah wilayah di Pulau Sumbawa yang terdampak banjir,” pungkasnya.(*)






