KabarBaik.co, Jakarta- Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk menyejahterakan nelayan saat berpidato dalam Rapat Paripurna DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu, yang beragendakan penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF).
Sekretaris Jenderal (Sekjen) HNSI Lydia Assegaf mengatakan rencana Prabowo yang akan membangun berbagai fasilitas pendukung sektor perikanan dan kelautan, antara lain pabrik es, cold storage, unit pengolahan ikan, serta fasilitas docking kapal, diperlukan guna memperkuat produktivitas dan daya saing nelayan Indonesia.
“Kami mewakili nelayan seluruh Indonesia mengapresiasi komitmen dan keseriusan Presiden Prabowo dalam upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan Indonesia,” kata Lydia di Jakarta, Rabu (20/5).
Dia juga menyatakan dukungan penuh terhadap program Kampung Nelayan Merah Putih yang saat ini masih dalam proses pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut dia, program tersebut diharapkan mampu menjadi pusat penguatan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup nelayan dan keluarganya secara berkelanjutan.
Untuk itu, dia berharap berbagai program yang telah disampaikan Presiden dapat segera direalisasikan secara optimal dan tepat sasaran sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan nelayan di seluruh Indonesia.
“Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sektor kelautan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan,” kata dia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam pidato di Rapat Paripurna DPR RI itu menyinggung permasalahan nelayan yang masih kesulitan memperoleh es batu dan bahan bakar solar untuk melaut.
Oleh karena itu, pemerintah akan melakukan intervensi melalui pembangunan 5.000 desa nelayan dalam tiga tahun mendatang. Pada tahun ini, pemerintah menargetkan meresmikan 1.386 desa nelayan.
Pemerintah juga akan membangun instalasi pembuatan es batu, ruang pendingin atau cold storage, serta SPBU khusus nelayan di setiap desa nelayan. (*/Antara)








