KabarBaik.co, Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menegaskan bahwa indeks kemajuan daerahnya tidak lagi sekadar diukur dari megahnya infrastruktur atau angka pertumbuhan ekonomi, melainkan dari cara mereka memuliakan para lansia.
Pesan kuat ini digaungkan di tengah kemeriahan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 yang digelar di Alun-Alun Jember pada Sabtu (6/6).
Acara yang mengusung tema Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, aktivis sosial, serta perwakilan lansia dari seluruh pelosok kecamatan di Jember.
Mewakili Bupati Jember, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Indra Tri Purnomo, menyampaikan apresiasi mendalam kepada generasi pendahulu dalam pidatonya. Menurutnya, stabilitas dan pembangunan yang dinikmati masyarakat Jember hari ini adalah warisan kerja keras para lansia.
“Mereka bukan sekadar kelompok usia, melainkan sumber petuah, role model, dan inspirasi hidup bagi generasi penerus. Lewat keteladanan merekalah kita mengadopsi nilai perjuangan, kegigihan, dan keikhlasan,” ujar Indra.
Dalam kesempatan tersebut, Indra juga memaparkan implementasi nyata dari visi pemkab yang tertuang dalam program Gus Bupati Cinta Lansia.
Jargon ini ditegaskan bukan sekadar pemanis politik, melainkan komitmen jangka panjang dalam bentuk jaminan sosial dan pemenuhan hak-hak dasar kelompok lanjut usia.
“Kami ingin memastikan Jember bertransformasi menjadi daerah yang ramah, aman, dan penuh penghormatan terhadap orang tua kita,” tambahnya.
Di akhir arahannya, Pemkab Jember mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengubah paradigma tentang kemajuan daerah. Pembangunan fisik memang penting, namun nilai kemanusiaan dalam merawat lansia dinilai jauh lebih utama.
“Peradaban sebuah daerah dinilai dari bagaimana cara mereka memperlakukan warganya yang paling sepuh. Jember ingin maju dengan tetap menjaga martabat dan memberikan kasih sayang penuh kepada para lansia,” tutup Indra.(*)








