KabarBaik.co, Bojonegoro – Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2025, sejumlah titik jalan poros nasional di Kabupaten Bojonegoro kembali menjadi perhatian. Kondisi jalan yang berlubang dan rusak kerap kali menyebabkan kecelakaan lalu lintas, khususnya di wilayah Kecamatan Baureno. Bahkan beberapa kali jalan berlubang tersebut merenggut nyawa para pengendara yang terjebak lubang.
Ketua DPRD Bojonegoro, Abdullah Umar, menyatakan bahwa persoalan tersebut telah menjadi perhatian serius pihaknya. Umar yang juga berdomisili di Kecamatan Baureno menyebut, ruas jalan nasional Bojonegoro–Babat merupakan salah satu titik rawan kecelakaan akibat kerusakan jalan.
Umar mengatakan telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), mengingat status jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat. “Kemarin kami sudah berkunjung ke Kementerian PUPR dan menyampaikan permasalahan ini agar segera ditindaklanjuti. Mengingat sebentar lagi akan memasuki puncak arus mudik,” ujar Umar, Senin (2/3).
Dari hasil koordinasi tersebut ditindaklanjuti dengan penambalan di sejumlah titik di sepanjang jalur nasional Bojonegoro–Babat. Namun demikian, Umar menilai pelaksanaan penambalan masih perlu evaluasi.
Dari hasil pengamatannya, tambalan jalan yang tidak rata dan cenderung menggunung justru berpotensi menimbulkan kecelakaan baru, terutama bagi pengendara roda dua yang kesulitan mengantisipasi permukaan jalan yang tidak simetris.
“Kami juga sudah melaporkan kembali kondisi jalan yang telah diperbaiki. Harapan kami, tambalan jalan tidak menggunung dan harus dibuat simetris sehingga tidak menimbulkan potensi kecelakaan baru. Tambalan yang tidak rata sering kali kurang terlihat oleh pengendara, khususnya roda dua,” tambahnya.
Umar mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pertemuan dengan Kementerian PUPR, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 24 miliar pada 2026 untuk perbaikan jalan nasional sepanjang 4,5 kilometer di ruas tersebut. “Dari hasil pertemuan, Kementerian PUPR pada 2026 telah menganggarkan dana sebesar Rp24 miliar untuk perbaikan jalan poros nasional sepanjang 4,5 kilometer, namun untuk spot – spot tertentu,” pungkasnya.
Ia berharap dengan dukungan anggaran tersebut, perbaikan jalan dapat dilakukan secara menyeluruh dan tepat sasaran, sehingga para pemudik yang melintas di jalur Bojonegoro–Babat, khususnya di wilayah Kecamatan Baureno yang merupakan perbatasan antara Bojonegoro–Lamongan, dapat melakukan perjalanan dengan aman dan lancar. (*)






