Kematian Waitres Cantik di Sumbawa Dipastikan Pembunuhan, Bos Jadi Tersangka

oleh -330 Dilihat
9cebe790 f6bb 4360 bc8e cf201b54f0d7

KabarBaik.co – Misteri meninggalnya seorang waitres cantik di Cafe Helena Batu Guring, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa, akhirnya terungkap.

Kasus yang semula diduga sebagai bunuh diri kini dipastikan sebagai tindak pidana pembunuhan berencana, dengan pemilik kafe berinisial H alias A ditetapkan sebagai tersangka.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa Iptu Andy Nur Rosihan Alfajri, menjelaskan bahwa kesimpulan tersebut didasarkan pada rangkaian alat bukti yang kuat dan saling menguatkan.

Temuan penyidik diperkuat oleh keterangan saksi kunci yang melihat langsung kejadian, surat keterangan medis dari RS Asy-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat, serta hasil otopsi dan pendapat ahli forensik.

“Seluruh alat bukti tersebut saling menguatkan bahwa korban meninggal dunia akibat perbuatan orang lain, bukan karena bunuh diri,” tegas Iptu Andy saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (13/1).

Berdasarkan hasil gelar perkara, penyidik resmi menetapkan H alias A sebagai tersangka dan telah melakukan penahanan sejak 10 Januari 2026. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 458 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana berat.

Diketahui, korban berinisial R, 20, ditemukan meninggal dunia pada 10 Desember 2025 di wilayah Batu Guring. Pada awal kejadian, korban disebut mengakhiri hidupnya dengan menggunakan senapan angin. Namun, hasil penyelidikan mendalam kepolisian justru mengungkap fakta sebaliknya.

Satuan Reserse Kriminal Polres Sumbawa memastikan bahwa korban tewas akibat ditembak menggunakan senapan angin. Pelaku diketahui merupakan suami siri korban sekaligus pemilik Cafe Helena.

“Kami telah melakukan penyelidikan dan penyidikan secara menyeluruh terhadap peristiwa yang awalnya dilaporkan sebagai dugaan bunuh diri,” ujar Iptu Andy.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap 11 orang saksi serta keterangan dari dua orang ahli, polisi menyimpulkan bahwa kematian korban merupakan hasil rekayasa untuk menutupi tindak pidana pembunuhan.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.