Konsisten Masuk Final, Srondeng Sabet Perunggu World Climbing Series Chamonix

oleh -55 Dilihat
Putra Tri Ramadani atau akrab disapa Srondeng. Ia berhasil meraih medali perunggu ajang World Climbing Series kategori lead yang berlangsung di Chamonix, Prancis. (Istimewa)
Putra Tri Ramadani atau akrab disapa Srondeng. Ia berhasil meraih medali perunggu ajang World Climbing Series kategori lead yang berlangsung di Chamonix, Prancis. (Istimewa)

KabarBaik.co, Surabaya – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet panjat tebing andalan Jawa Timur yang kini bergabung di Pelatnas, Putra Tri Ramadani atau akrab disapa Srondeng.

Ia berhasil meraih medali perunggu ajang World Climbing Series kategori lead yang berlangsung di Chamonix, Prancis, pada 10–12 Juli 2026.

Pada babak final, Srondeng berhasil mengumpulkan 38 poin, berada di bawah peraih emas Alberto Gines Lopez dari Spanyol dan peraih perak Luka Potocar asal Slovakia.

Pelatih panjat tebing Jawa Timur, Ronald Mamrimbing, menyambut positif capaian anak didiknya tersebut. Menurutnya, hasil ini sangat luar biasa dan menunjukkan kemajuan pesat.

“Ini capaian yang luar biasa. Kalau melihat dua kali keikutsertaannya selalu masuk final, persoalan juara tinggal menunggu waktu,” ujar Ronald, Senin (13/7).

Ronald menilai Srondeng adalah aset berharga bagi Jawa Timur maupun Indonesia, dan berpotensi menjadi atlet andalan di masa depan. Perlu diketahui, atlet kelahiran Kediri ini sebelumnya sudah meraih medali emas pada seri World Climbing Series di Praha, Ceko, pada 8 Juni 2026 lalu.

Menurut Ronald, tantangan di Chamonix berbeda jauh dengan di Praha. Lokasi yang berada di kawasan kaki Gunung Mont Blanc dengan ketinggian dan suhu udara dingin cukup berpengaruh pada performa atlet.

“Saya belum berkomunikasi dengannya pasca hasil keluar. Bisa jadi tangannya kebas atau titik pegangannya licin, mengingat lokasi Chamonix di dataran tinggi dengan suhu cukup dingin,” jelasnya.

Meski begitu, konsistensi Srondeng yang selalu masuk jajaran teratas dalam dua seri berturut-turut patut diapresiasi. Terlebih persaingan di Eropa sangat ketat karena menjadi pusat perkembangan dan gudangnya atlet panjat tebing kategori lead dunia.

“Selalu berada di peringkat atas menandakan ia mampu bersaing di level tertinggi. Ingat, Eropa adalah episentrum persaingan kategori lead,” tambahnya.

Di ajang ini, Srondeng menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang naik podium di cabang lead. Sementara itu, dua rekan setimnya di Pelatnas, Veddriq Leonardo dan Desak Made Rita Kusuma Dewi, sukses menyabet medali emas pada nomor kecepatan (speed).

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.