KabarBaik.co, Nganjuk – Ratusan peternak dan pecinta satwa berkumpul dalam gelaran Kontes Ternak Kambing Seni Peranakan Ettawa (PE) Ras Kaligesing dan Pameran Peternakan Tahun 2026 di GOR Bung Karno Begadung, Nganjuk, Minggu (24/5).
Acara ini menjadi panggung unjuk gigi bagi kambing-kambing bernilai seni tinggi sekaligus motor penggerak ekonomi peternakan daerah.
Menurut Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, agenda ini bukan sekadar perlombaan estetika satwa melainkan sebuah langkah strategis daerah.
“Ini menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas sektor peternakan dan pangan halal di Kabupaten Nganjuk,” ujar pria yang karib disapa Kang Marhaen tersebut.
Selain kontes seni kambing, momentum ini juga dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Nganjuk untuk memperkuat struktur ekosistem peternakan.
Agenda tersebut turut meresmikan Paguyuban Inseminator Ternak Kabupaten Nganjuk yang diberi nama Podo Rukun Kehadiran paguyuban ini diharapkan menjadi jembatan kemajuan teknologi reproduksi ternak di tingkat peternak lokal.
Melalui peresmian wadah baru para inseminator ini, pemerintah menaruh harapan besar pada peningkatan mutu ternak ke depan.
“Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas dan kualitas genetik hewan ternak di wilayah Nganjuk secara berkelanjutan,” ungkap Kang Marhaen optimistis.
Komitmen Pemkab Nganjuk tampaknya tidak setengah-setengah dalam menggarap potensi ini. Kang Marhaen menegaskan bahwa intervensi pemerintah harus dilakukan secara menyeluruh dan integratif agar hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas, baik peternak maupun konsumen.
“Upaya pembenahan dan dukungan terhadap sektor peternakan ini harus menyentuh seluruh aspek, mulai dari kesehatan hewan, produktivitas, hingga proses hilirisasi yang dijamin kehalalannya,” imbuhnya.
Integrasi ini dinilai krusial mengingat tantangan industri peternakan modern yang semakin kompleks. Pemkab Nganjuk ingin memastikan bahwa setiap produk yang keluar dari peternakan lokal memiliki standar mutu dan keamanan yang tinggi.
“Wadah ini untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan dari hulu ke hilir di Kota Angin,” jelas Bupati Nganjuk tersebut mengenai visi jangka panjang program ini.
Sebagai bentuk nyata kepedulian dan intervensi langsung pemerintah terhadap kesehatan ternak, rangkaian acara tidak berhenti pada seremonial belaka.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan stimulus berupa sarana obat-obatan serta vaksin hewan kepada perwakilan kelompok peternak setempat demi menjaga imunitas ternak dari berbagai ancaman penyakit.








