KabarBaik.co, Surabaya – Ribuan warga Kota Surabaya memadati kawasan Masjid Cheng Ho sejak pagi hari untuk menerima penyaluran zakat mal yang dikelola oleh Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI). Berbekal undangan resmi, warga datang secara bergelombang untuk mencairkan bantuan tunai guna meringankan beban ekonomi menjelang bulan suci Ramadan.
Pada tahun ini, Masjid Cheng Ho mencatatkan peningkatan signifikan dalam skala penyaluran bantuan. Total zakat mal yang disalurkan mencapai Rp 16 miliar, yang dibagikan kepada 32.000 penerima. Angka ini melonjak 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 16.000 orang. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp 500.000.
Ketua Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Abdullah Nirawi menjelaskan bahwa penambahan kuota penerima ini merupakan respons terhadap kondisi ekonomi masyarakat saat ini.
“Tahun ini jumlah penerima kami tingkatkan dari 16 ribu menjadi 32 ribu orang, atau naik 100 persen. Kami ingin memberikan dampak yang lebih luas bagi warga yang membutuhkan,” ujar Abdullah.
Distribusi Tertib dalam 12 Sesi
Demi menjaga ketertiban dan menghindari kerumunan massal, panitia menerapkan sistem distribusi yang ketat. Penyaluran dibagi ke dalam 12 sesi atau selama 12 hari, dengan rata-rata 3.000 penerima per hari. Setiap warga wajib datang sesuai dengan jadwal jam undangan yang telah ditentukan.
Untuk memastikan bantuan jatuh ke tangan yang tepat, pihak yayasan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. “Kami bekerja sama dengan Pemkot untuk mendapatkan data riil warga yang benar-benar berhak. Proses pendataan dilakukan secara ketat agar penyaluran tepat sasaran,” tambah Abdullah.
Membantu Kebutuhan Dapur
Rasa syukur terpancar dari wajah para penerima, salah satunya Ningsih. Warga Surabaya ini mengaku bantuan tersebut sangat berarti di tengah meroketnya harga kebutuhan pokok.
“Alhamdulillah sangat membantu, apalagi menjelang puasa dan kebutuhan sekarang serba mahal. Uang ini bisa untuk beli beras dan kebutuhan dapur selama Ramadan,” ungkap Ningsih dengan haru.
Melalui program rutin ini, Masjid Cheng Ho Surabaya kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai pusat dakwah, tetapi juga pusat sosial yang inklusif. Aksi nyata ini menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian antarwarga di Kota Pahlawan. (*)






