KabarBaik.co, Batu – KONI Kota Batu mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Musyawarah Kota (Muskot) sebagai agenda pergantian kepengurusan periode 2026-2030. Forum tertinggi organisasi olahraga tersebut dijadwalkan berlangsung pada 28 November 2026.
Seluruh proses menuju Muskot diawali dengan pelaksanaan Pra Musyawarah Kota pada 11 November 2026. Forum tersebut menjadi wadah bagi seluruh cabang olahraga (cabor) untuk menyamakan persepsi terkait mekanisme pemilihan ketua dan kepengurusan KONI yang baru.
Ketua KONI Kota Batu Sentot Ari Wahyudi mengatakan panitia pelaksana telah dibentuk guna menyiapkan seluruh tahapan. Menurutnya, Pra Muskot memiliki peran penting karena akan menghasilkan kesepakatan mengenai tata cara pemilihan yang akan diterapkan pada Musyawarah Kota.
“Dalam forum Pra Muskot nanti, seluruh cabang olahraga akan menyepakati tata cara pemilihan, termasuk ketentuan mengenai syarat pencalonan,” kata Sentot, Jumat (24/7).
Selain membahas mekanisme pemilihan, forum tersebut juga akan menentukan syarat dukungan minimal yang wajib dikantongi setiap bakal calon ketua. Ketentuan itu menjadi dasar dalam proses penjaringan sehingga hanya calon yang memperoleh dukungan dari cabang olahraga yang dapat maju pada pemilihan.
“Pra Musyawarah Kota menjadi tahapan awal untuk memberikan pemahaman kepada seluruh cabang olahraga mengenai mekanisme penjaringan calon ketua dan kepengurusan KONI,” ujarnya.
Sentot menjelaskan hak suara dalam Musyawarah Kota sepenuhnya dimiliki cabang olahraga yang tercatat sebagai anggota KONI Kota Batu. Mereka akan menentukan secara langsung figur yang dipercaya memimpin organisasi olahraga tersebut selama lima tahun ke depan.
“Sistem penjaringan diterapkan agar setiap calon benar-benar mendapat dukungan dari cabang olahraga sejak awal,” jelasnya.
Ia menambahkan seorang bakal calon baru dapat mengikuti proses pemilihan setelah memenuhi jumlah dukungan yang telah disepakati dalam Pra Muskot.
“Seorang calon harus memperoleh dukungan dari sejumlah cabang olahraga sesuai ketentuan yang disepakati pada Pra Muskot. Setelah syarat itu terpenuhi, baru dapat mengikuti pemilihan dalam Musyawarah Kota,” tegasnya.
Sentot berharap seluruh tahapan berjalan sesuai rencana sehingga Muskot 2026 tidak sekadar menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga menjadi momentum memperkuat pembinaan olahraga prestasi di Kota Batu.
“Insyaallah Musyawarah Kota dilaksanakan pada 28 November 2026. Sebelumnya, tanggal 11 November kami menggelar Pra Muskot untuk membahas seluruh mekanisme yang akan digunakan,” ujarnya.
Ia optimistis kepemimpinan baru yang terpilih nantinya mampu membawa KONI Kota Batu semakin solid dan meningkatkan prestasi olahraga di berbagai cabang.
“Harapan kami, Muskot 2026 menjadi awal lahirnya kepemimpinan yang mampu membawa olahraga Kota Batu berkembang dan meraih prestasi yang lebih baik,” pungkasnya. (*)








