Pedagang Pasar Legi Kota Blitar Bertahan dengan Pendapatan Puluhan Ribu Rupiah, Revitalisasi Belum Dimulai

oleh -81 Dilihat
IMG 20260725 WA0041
Suasan Pasar Legi Kota Blitar. (Foto: Istimewa)

KabarBaik.co, Blitar – Lesunya aktivitas jual beli di Pasar Legi Kota Blitar kian dirasakan para pedagang. Omzet yang terus merosot membuat sebagian pedagang hanya mampu membawa pulang puluhan ribu rupiah dalam sehari, bahkan tak jarang tidak memperoleh pembeli sama sekali.

Imah, pedagang pakaian yang telah berjualan selama 30 tahun di Pasar Legi, mengaku kondisi pasar terus memburuk dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, keramaian yang dulu menjadi ciri khas pasar kini semakin sulit ditemui. “Sekarang tambah sepi. Sehari jualan itu belum tentu ada yang laku,” ujarnya saat ditemui di lapaknya.

Bahkan, lanjut Imah, memperoleh penjualan satu potong pakaian seharga Rp 20 ribu sudah menjadi hal yang patut disyukuri. Pendapatan tersebut sebagian langsung habis untuk membayar retribusi harian.

“Sehari bisa laku satu baju senilai Rp 20 ribu saja sudah sangat saya syukuri. Uang segitu pun nanti langsung dipakai buat bayar retribusi harian los sebesar Rp 2 ribu,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut paling dirasakan pedagang yang menempati los bagian dalam. Berbagai kegiatan yang pernah digelar di sekitar pasar belum mampu mendongkrak jumlah pembeli hingga masuk ke area perdagangan.

“Kalau bikin acara yang tujuannya meramaikan pasar, ya tolong dipastikan juga dampaknya ke pedagang kecil seperti kami,” ujarnya.

Imah juga menyoroti kondisi lantai dua Pasar Legi yang hingga kini belum kembali hidup. Dia berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata agar aktivitas perdagangan kembali bergairah. “Kami bingung pasar ini mau diapakan. Keadaannya tidak berubah, tetap sepi,” tuturnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Blitar memastikan penataan Pasar Legi masih terus diproses. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar, Parminto mengatakan, pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 811 juta untuk pemeliharaan dan penataan sarana prasarana pasar.

“Saat ini masih dalam proses pengadaan di Bagian Layanan Pengadaan. Dokumennya sedang masuk tahap revisi perencanaan oleh tim ahli,” jelasnya.

Parminto mengatakan, apabila proses administrasi dan lelang berjalan sesuai jadwal, pekerjaan fisik ditargetkan mulai dikerjakan pada akhir Juli atau awal Agustus. Penataan akan difokuskan pada pembenahan los dan kios di lantai satu, serta menghidupkan kembali lantai dua sebagai ruang kreatif yang diisi tenant kuliner dan kafe.

“Harapannya, ketika aktivitas di lantai dua mulai ramai, dampaknya juga akan dirasakan pedagang di lantai satu,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin BT
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.