Kasus Ebola di Kongo Capai 1.000, Korban Meninggal 254 Jiwa

oleh -350 Dilihat
thumbs b c a19b2de98988ad2986e893b11bfeddbb
Jenazah warga yang meninggal akibat ebola dibawa tim kesehatan yang mengenakan pakaian pelindung (ANTARA/Anadolu Agency/aa)

KabarBaik.co, Kongo – Kasus Ebola di Republik Demokratik Kongo telah melampaui 1.000 kasus setelah infeksi baru kembali ditemukan. Kementerian kesehatan setempat melaporkan jumlah kasus terkonfirmasi meningkat menjadi 1.003 sejak wabah dinyatakan pada 15 Mei.

Dari jumlah tersebut, 254 orang meninggal sehingga tingkat kematian mencapai 25,3 persen.

“Meski terjadi peningkatan, tim tanggap darurat terus melakukan investigasi aktif, pengawasan epidemiologi, dan tindakan pencegahan di daerah yang terdampak,” kata kementerian itu.

Menteri Kesehatan Roger Kamba mengatakan upaya penanganan wabah terus dilakukan di provinsi Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan, meski jumlah pasien yang sembuh meningkat dan tingkat pelacakan kontak mengalami penurunan.

Sedikitnya 100 pasien telah dinyatakan sembuh, sementara 365 lainnya masih menjalani isolasi atau perawatan di rumah sakit.

Pekan lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika memperingatkan jika penularannya tidak segera dikendalikan, wabah kali ini berpotensi lebih buruk dibanding epidemi Ebola di Afrika Barat pada 2014-2016 yang menewaskan lebih dari 11.000 orang di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.

Namun, Kamba mengatakan upaya komunikasi kepada masyarakat, diagnosis, dan penanganan kasus terus ditingkatkan untuk menekan penyebaran wabah.

Para ilmuwan dari Departemen Laboratorium Kesehatan Nasional dan Layanan Diagnostik Kementerian Kesehatan Uganda serta Institut Penelitian Biomedis Nasional Kongo mengatakan pekan lalu bahwa galur yang saat ini beredar, yaitu Ebola Bundibugyo, berasal dari penularan baru dari satwa liar.

Temuan tersebut menepis kemungkinan bahwa galur Ebola saat ini berasal dari wabah lama yang tersembunyi atau terus menyebar tanpa terdeteksi. (ANTARA)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.