KabarBaik.co – Berbagai macam alat peraga kampanye (APK) bertebaran di Kota Batu saat masa kampanye pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak. Kondisi tersebut ternyata membuat kerapian dan keindahan kota menjadi berkurang.
Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai berharap tim sukses para pasangan calon mematuhi aturan yang berlaku soal pemasangan APK. “Penempatan APK yang sembarangan dapat mengganggu keindahan kota dan menyebabkan ketidaknyamanan bagi wisatawan yang datang,” tegas Aries saat berada di Balaikota Among Tani, Kota Batu, Jumat (1/11).
Menurut Aries, Kota Batu adalah kota wisata yang dikenal dengan keindahan alam dan suasana kota yang asri. Pemerintah pun telah menetapkan zona-zona khusus untuk pemasangan APK agar tidak mengganggu tata ruang kota.
Aries berharap setiap tim sukses memahami pentingnya aturan ini. Sebab, Kota Batu merupakan tujuan wisata yang menjadi tempat berkumpulnya wisatawan dari berbagai daerah.
”Kami ingin menjaga Kota Batu agar tetap terlihat bersih dan tertata. Untuk itu, saya meminta agar semua tim pemenangan Pilkada Kota Batu benar-benar mematuhi aturan zona pemasangan APK, karena pemasangan yang sembarangan berpotensi menimbulkan polusi visual yang tidak sesuai dengan citra kota wisata kita,” jelas Aries.
Aries menegaskan, pemasangan APK pada area protokol dan ruang-ruang terbuka publik yang tidak sesuai dengan peruntukan dapat mengganggu estetika kota. “Selain merusak pemandangan, keberadaan APK di titik-titik yang strategis namun tidak diizinkan juga dapat menciptakan suasana yang kurang nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.
Aries menekankan peraturan harus diterapkan sebagai upaya menjaga ketertiban kota dan memastikan kampanye berjalan tanpa merusak kenyamanan ruang publik. Dia meminta semua pihak dapat bekerja sama agar Kota Batu tetap nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Saya mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk lebih memikirkan dampak pemasangan APK terhadap lingkungan sekitar dan citra Kota Batu di mata para wisatawan. Mari kita jadikan pilkada ini sebagai momentum yang tertib dan bersih, tanpa harus merusak keindahan kota,” tandasnya. (*)






