KabarBaik co, Nganjuk – Aroma kopi yang dibayangkan Kakek Sumaji seketika buyar saat kakinya melangkah di Jalan Lurah Surodarmo IV, Kelurahan Cangkringan, Kamis (5/3) petang. Di saat warga baru saja membatalkan puasa dan suasana senja mulai meredup, ketenangan kampung itu pecah oleh kehadiran sejumlah pria berpakaian preman yang bergerak sigap mengepung sebuah gudang tertutup.
Sumaji, yang saat itu berniat mencari kehangatan di warung, menjadi saksi mata detik-detik mencekam tersebut. “Saya habis buka puasa, mau ngopi ke warung,” kata Sumaji saat ditemui KabarBaik.co, Jumat (6/3) sore.
Langkah kaki sang kakek terhenti. Di depannya, sebuah operasi senyap dari Mabes Polri sedang berlangsung. Bukan sekadar ketukan pintu biasa, para petugas merangsek masuk dengan cara yang tak biasa untuk memastikan tak ada penghuni gudang yang meloloskan diri dari sergapan.
“Orangnya (petugas) ada yang manjat pagar ini, ada dua, ada yang gedor-gedor, ada juga yang di mobil,” ungkap Kakek Sumaji dengan logat Jawa yang kental, menggambarkan suasana tegang saat polisi mengepung lokasi yang diduga kuat sebagai gudang pengoplosan gas elpiji tersebut.
Ketegangan itu terasa begitu kontras dengan kebiasaan warga lokal. Di Nganjuk, sudah menjadi kelaziman bagi kaum pria untuk berkumpul di warung kopi setelah berbuka di rumah. Namun malam itu, Sumaji hanya bisa terpaku dan berjalan perlahan, menyaksikan petugas kepolisian dari Jakarta mengambil alih kendali di balik gerbang tinggi milik pria bernama Budi tersebut.
Apa yang disaksikan Sumaji seolah menjadi jawaban atas keresahan warga selama ini. Saifudin, tetangga yang rumahnya berhimpitan langsung dengan gudang, membenarkan bahwa aktivitas mencurigakan di sana sudah lama diprotes warga hingga dilaporkan ke pengurus RT dan RW.
“Kelihatannya di dalam sudah dipasang pita kuning (police line), kalau pintu gudang dibuka terlihat,” timpal Saifudin, yang kini merasa kecurigaannya terhadap aktivitas “agen elpiji” yang tertutup itu terbukti benar.
Operasi senyap ini bukan tanpa hasil. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa polisi berhasil mengamankan sekitar 1.000 tabung gas elpiji dari lokasi tersebut. Ribuan tabung yang diduga hasil praktik pengoplosan itu kini telah diamankan dan dititipkan di salah satu Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di wilayah Nganjuk untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Meski garis polisi telah melintang di dalam gudang, pihak berwenang masih menutup rapat informasi terkait status tersangka. Hingga berita ini diturunkan, Bareskrim Polri belum memberikan keterangan resmi, namun bagi warga Cangkringan, penggerebekan ini adalah akhir dari misteri kebisingan malam yang selama ini menghantui ketenangan lingkungan mereka. (*)






