KabarBaik.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Dinas Pendidikan menggelar kegiatan bertajuk ‘Penguatan Tata Kelola dan Peran Strategis Madrasah Diniyah dalam Pembangunan Pendidikan Keagamaan’, Senin (8/12). Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemkot Batu untuk memperkuat peran pendidikan keagamaan dalam pembentukan karakter sumber daya manusia.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, M. Chori, menyampaikan bahwa madrasah diniyah memiliki posisi penting dalam menanamkan nilai moral, akhlak, serta karakter religius sejak dini. “Pendidikan diniyah memberikan fondasi kuat dalam membentuk manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berakhlak,” ujarnya.
Menurut data Dinas Pendidikan, terdapat 57 madrasah diniyah di Kota Batu dengan total 3.724 santri dan 110 ustadz/ustadzah. Pada tahun ini, pemerintah memberikan bantuan operasional yang bersumber dari APBD Kota Batu dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, masing-masing sebesar 50 persen.
Adapun besaran bantuan meliputi:
– Santri jenjang ula: Rp 15.000 per bulan
– Santri jenjang wustho dan ulya: Rp 25.000 per bulan
– Ustadz/ustadzah: Rp 300.000 per bulan.
“Jadi, total anggaran 1.600.800.000 sumber anggaran. Kita sharing dengan Pemprov Jatim sebanyak 50 persen dan sisanya 50 persen dari Pemkot Batu,” ujarnya.

Total anggaran yang dikucurkan tahun ini mencapai ratusan juta rupiah, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap keberlangsungan pendidikan keagamaan.
Sementara itu, Wali Kota Batu, Nurochman, yang hadir sekaligus membuka kegiatan, menegaskan komitmen pemerintah dalam memprioritaskan sektor pendidikan, termasuk pendidikan keagamaan. Meski kondisi fiskal mengalami penurunan, Pemkot Batu memastikan program strategis tetap berjalan.
Ia mencontohkan keberlanjutan Program 1.000 Sarjana yaitu beasiswa pembiayaan 100 persen uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa asal Kota Batu di berbagai perguruan tinggi. Program ini telah berjalan sejak 2025 dan tetap dipertahankan hingga 2026.
“Sekalipun anggaran daerah mengalami tekanan, kami tidak mundur dari komitmen terhadap investasi pendidikan. Program beasiswa tetap berjalan agar kesempatan mengenyam pendidikan tinggi dapat dirasakan semua lapisan masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengajak kalangan pesantren turut serta dalam edukasi lingkungan. Menurutnya, banyak bencana alam terjadi akibat eksploitasi dan perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab.
“Generasi muda, termasuk para santri, perlu dibekali wawasan lingkungan. Mulai dari memilah sampah, menanam kembali pohon, hingga menjaga sungai. Ini bagian dari ikhtiar menjaga Kota Batu sebagai daerah wisata dan kota yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa peran pesantren sangat penting karena menjadi pusat pembentukan karakter dan disiplin diri. Melalui kegiatan penguatan tata kelola ini, Pemkot Batu berharap pengelolaan madrasah diniyah semakin baik, profesional, dan mampu berkolaborasi dengan pemerintah dalam peningkatan kualitas pendidikan.
“Kami mengapresiasi dedikasi para kyai, ustadz, dan pengasuh pesantren yang terus mengabdikan waktu dan pemikiran untuk mendidik santri. Pemerintah akan terus mendukung agar pendidikan keagamaan semakin maju dan memberikan dampak bagi pembangunan daerah,” pungkas Wali Kota. (*)






