KabarBaik.co, Surabaya – Lenovo Indonesia menilai pasar perangkat komputasi di Jawa Timur terus menunjukkan perkembangan positif, terutama pada segmen laptop kelas menengah hingga premium. Kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya preferensi konsumen terhadap perangkat yang menawarkan kinerja, kualitas, dan daya pakai jangka panjang.
Region Sales Manager Lenovo Indonesia Daud mengatakan permintaan laptop dengan harga di atas Rp 10 juta, bahkan di atas Rp 25 juta, menunjukkan tren yang cukup kuat di Jawa Timur. Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator bahwa daya beli masyarakat di wilayah tersebut masih terjaga.
“Pasar Jawa Timur cukup menarik. Justru penjualan terbesar kami berasal dari segmen menengah ke atas. Konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga kualitas dan manfaat perangkat untuk penggunaan jangka panjang,” ujar Daud di Surabaya, Kamis (23/7).
Ia menjelaskan konsumen kini lebih rasional dalam menentukan pilihan. Banyak pelanggan yang bersedia menambah anggaran untuk memperoleh spesifikasi lebih tinggi agar perangkat dapat digunakan lebih lama, termasuk untuk mendukung kebutuhan pendidikan maupun pekerjaan.
Menurut Daud, perubahan pola konsumsi tersebut terlihat ketika calon pembeli membandingkan perangkat di kelas harga Rp 10 juta dengan produk yang memiliki spesifikasi lebih tinggi. Dengan selisih harga yang relatif kecil, banyak konsumen memilih perangkat yang dinilai lebih sesuai untuk kebutuhan jangka panjang.
Selain itu, Lenovo juga bekerja sama dengan sejumlah lembaga pembiayaan untuk memberikan alternatif skema pembayaran kepada konsumen. Fasilitas tersebut dinilai membantu masyarakat memperoleh perangkat sesuai kebutuhan tanpa harus membayar secara penuh di awal.
Lebih lanjut, Daud mengatakan strategi perusahaan tidak hanya berorientasi pada penjualan produk, tetapi juga menawarkan solusi teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
“Kami tidak sekadar menjual perangkat, tetapi berupaya memberikan solusi sesuai kebutuhan konsumen. Pendekatan itu menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan pasar,” katanya.
Di luar aktivitas penjualan, Lenovo juga aktif menggelar kegiatan literasi digital melalui pelatihan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas, sekolah, serta perguruan tinggi. Program tersebut berfokus pada pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI), untuk mendukung produktivitas, pemasaran, hingga pembuatan konten.
Menurut Daud, peningkatan pemahaman teknologi di kalangan pelaku UMKM menjadi salah satu langkah penting untuk mempercepat transformasi digital di daerah sekaligus memperluas pemanfaatan teknologi dalam kegiatan ekonomi.
Ia menambahkan, Lenovo juga terus memperkuat posisinya di pasar global melalui berbagai kolaborasi internasional di bidang olahraga dan teknologi. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan inovasi produk yang dikembangkan perusahaan.
Secara keseluruhan, Lenovo melihat Jawa Timur tetap menjadi salah satu pasar strategis di Indonesia dengan potensi pertumbuhan yang didorong meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perangkat digital berkinerja tinggi untuk mendukung aktivitas pendidikan, pekerjaan, maupun pengembangan usaha. (*)








