KabarBaik.co – Dinding plengsengan di Dusun Rejoso, Desa Sumberejo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, ambrol akibat tergerus aliran sungai yang begitu deras selama beberapa hari. Meski tidak terlalu parah, namun apabila dibiarkan tanpa ada perbaikan, maka dampaknya akan membahayakan bagi masyarakat yang melintas.
Penjabat (Pj) Bupati Pasuruan, Nurkholis yang datang melihat kondisi jalan sekitar langsung mengintruksikan kepada Plt Kepala Dinas PU Bina Marga dan Bina Kontruksi, Cahyo Fajar Rahmanto untuk segera melakukan langkah kedaruratan. “Kalau dibiarkan terus maka semakin berbahaya, karena jalan di atas plengsengan ini digunakan sebagai akses utama warga sekitar,” kata Nurkholis di sela-sela sidak plengsengan Rejoso
Langkah kedaruratan yang dimaksud yakni memasang sandbag (karung pasir) dan diperkuat dengan gedek bambu. Menurut Nurkholis, pemasangan sandbag dan gedek bambu akan selesai dalam 2-3 hari ke depan. Selain jangka pendek, Pemkab Pasuruan juga akan melakukan perbaikan plengsengan secara permanen pada 2025 mendatang.
“Kalau sementara saya minta dipasang sandbag dan sesek atau gedek bambu. Harus segera, soalnya kalau sampai hujan deras dan aliran air di sungai ini besar, maka gerusan air akan semakin parah dan membahayakan jalan di atasnya,” tegas Nurkholis.
Dengan kondisi plengsengan yang butuh perbaikan, Nurkholis menghimbau kepada para pengguna jalan agar berhati-hati saat melintas di lokasi. Khususnya kendaraan roda empat, agar secara bergantian untuk dapat melintas dengan baik. “Gerusannya lumayan banyak, jadi saya minta para pengguna jalan untuk meningkatkan kehati-hatian saat melintas di jalan ini,” himbaunya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas PU Bina Marga dan Bina Kontruksi Kabupaten Pasuruan, Cahyo Fajar Rahmanto menegaskan bahwa selama 2024, pihaknya telah memperbaiki plengsengan di 14 wilayah, seperti Pandaan, Sukorejo, Purwosari,Tutur, Puspo dan di wilayah Kecamatan Tosari. “Belasan lokasi tersebut menjadi target sasaran kegiatan yang semuanya telah selesai dilaksanakan, minus rumah warga di Lumbang,” ucapnya. (*)






