KabarBaik.co – Viralnya pengibaran bendera Jolly Roger One Piece di media sosial beberapa hari lalu terus mendapat sorotan sari berbagai pihak.
Salah satunya datang dari Politisi PDI Perjuangan Jember Tabroni, ia mengatakan fenomena pengibaran bendara One Piece itu tidak perlu ditanggapi terlalu serius.
“Menurut saya semua pihak tidak perlu risau dan mengambil dari sisi positifnya saja,” kata Tabroni saat dikonfirmasi pada Rabu (13/8).
Pria yang juga anggara Komisi A DPRD Jember itu menjelaskan saat ini bendera One Piece memang sedang trending di mana-mana, termasuk media sosial.
“Itu kan film anime yang akhirnya menjadi suatu bentuk, yang kalau ditarik menjadi bagian cara mempresentasikan perlawanan terhadap ketidakadilan,” ucapnya.
“Jadi tarikannya begitu. Kita warga masyarakat mencoba memaknainya begitu. Sebagai bagian dari film ditarik ke konteks ini. Kita melihat dari sisi positifnya saja, bukan arti ketidakadilan melawan pemerintah. Maksudnya ketidakadilan itu siapa saja,” sambung legisltor PDIP itu.
Menurutnya, berkibarnya bendera One Piece di beberapa tempat menunjukkan suatu presentasi, bahwa kritik konstruksi terhadap upaya membangun republik ini.
Ia menjelaskan, pemasangan atau pengibaran bendera One Piece atau bendera lainnya tidak ada yang mengatur dalam Undang – Undang Dasar (UUD). Apakah pengibaran bendera One Piece ini sebuah tindak pidana, dalam artian harus tahu batasan-batasan.
“Kalau ada bendera merah putih, ada bendera One Piece harus tahu. Tidak boleh merah putih dibawah one piece (diatas) dan itu harus dipahami. Tidak boleh, merah putih dibawah bendera lain. Bukan soal One Piece, tapi lainnya tidak boleh,” tegasnya.
Akan tetapi, bila pengibaran bendera One Piece masih dibawah merah putih ataupun berkibar sendirian, masih bisa dimaklumi.
“Itu masih bisa dimaklumi lah ya, kalau ngomongin NKRI. Kalau menurut saya, dipasang silahkan saja, tapi ada norma atau kaidah aturan yang itu dipahami,” tegasnya.
Untuk di Jember sendiri, ia mengaku sampai saat ini belum pernah melihat langsung bendera One Piece.
“Ya hanya informasi saja, itu pun saya tidak berani memastikan ada atau tidak. Kadang-kadang ada di mobil, saya rasa itu masih wajar dan sah-sah saja. Tidak perlu dilakukan dilakukan tindakan-tindakan oleh aparat, tidak perlu saya rasa,” pungkasnya. (*)









