Proyek Flyover Gedangan Mulai Berproses, DPRD Sidoarjo Minta Pembebasan Lahan Transparan

oleh -144 Dilihat
Simpang 4 Gedangan, Sidoarjo titik rawan macet saat jam sibuk kerja. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)
Simpang 4 Gedangan, Sidoarjo titik rawan macet saat jam sibuk kerja. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Rencana pembangunan flyover Gedangan akhirnya mulai menunjukkan progres nyata. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kini memasuki tahapan sosialisasi serta pembebasan lahan sebagai langkah awal merealisasikan proyek strategis yang selama bertahun-tahun dinanti masyarakat.

Pembangunan flyover tersebut diproyeksikan menjadi solusi permanen untuk mengurai kemacetan kronis di kawasan Gedangan. Selama ini, titik perlintasan tersebut kerap menjadi simpul kepadatan kendaraan yang membuat aktivitas masyarakat maupun distribusi barang terganggu.

Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo Abdillah Nasih mengapresiasi langkah jajaran eksekutif, khususnya Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, yang mulai merealisasikan proyek pembangunan flyover Gedangan. Menurutnya, proyek tersebut merupakan kebutuhan mendesak yang sudah lama menjadi harapan masyarakat.

Nasih menilai, keberadaan flyover nantinya tidak hanya berdampak pada kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga akan menunjang aktivitas ekonomi masyarakat. Terlebih, kawasan Gedangan dan Buduran selama ini dikenal sebagai salah satu koridor industri utama di Kabupaten Sidoarjo.

“Alhamdulillah, flyover Gedangan yang merupakan isu nasional dan keinginan kuat dari seluruh masyarakat kini sudah mulai ada progres. Saat ini sedang berproses pada tahapan sosialisasi dan pembebasan lahan,” ujarnya pada KabarBaik.co, Kamis (28/5).

Meski begitu, DPRD mengingatkan agar proses pembebasan lahan dilakukan secara matang dan transparan. Sebab, lahan terdampak proyek dinilai cukup kompleks lantaran tidak hanya melibatkan masyarakat, tetapi juga aset perusahaan swasta, PT KAI, hingga aset pemerintah.

Menurutnya, seluruh pihak terkait harus duduk bersama sejak awal agar proses penyelesaian lahan tidak berjalan sendiri-sendiri. Sinkronisasi antarlembaga dinilai penting agar tidak muncul hambatan ketika anggaran pembangunan dari pemerintah pusat mulai digelontorkan.

“Harapan kami, semua pihak bisa duduk bersama. Siapa melakukan apa, sehingga nanti penyelesaiannya bisa klop dan selesai bersamaan. Jangan sampai pembebasan lahan di masyarakat selesai, tapi dengan instansi lain atau perusahaan justru mengganjal saat dana dari pusat mau turun,” tegasnya.

Selain fokus pada aspek teknis pembangunan, DPRD juga meminta Pemkab Sidoarjo memperhatikan dampak sosial yang kemungkinan muncul di tengah masyarakat terdampak. Sosialisasi secara masif dinilai penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun penolakan saat proses berjalan.

Jika proyek flyover Gedangan nantinya benar-benar terealisasi, keberadaan infrastruktur tersebut diyakini tidak hanya mampu mengurangi kemacetan dan menghilangkan kesan semrawut kawasan perkotaan, tetapi juga mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah serta memperlancar mobilitas masyarakat di wilayah selatan Sidoarjo.(*)

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.