KabarBaik.co, Jember – Komisi B DPRD Kabupaten Jember mewanti-wanti pemerintah daerah agar tidak terlena dengan kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata pada tahun 2025. Tren positif ini diminta untuk dipertahankan, sekaligus dibarengi dengan peningkatan fasilitas di lapangan.
Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Flanto, menegaskan bahwa capaian yang sudah diraih pada tahun lalu tidak boleh merosot di tahun 2026 ini.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember, PAD sektor pariwisata sepanjang 2025 berhasil menembus angka Rp 50,87 miliar, atau tumbuh sekitar 2,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini berbanding lurus dengan melonjaknya angka kunjungan yang mencapai 1,8 juta wisatawan, naik signifikan dari tahun 2024 yang tercatat di angka 1,36 juta orang.
“Kalau dilihat dari volume kunjungan dan rentetan event yang digelar di Jember, memang ada peningkatan nyata. Namun, kita tetap harus mengawal data resmi yang disodorkan oleh dinas,” ujar Candra saat dikonfirmasi, Kamis (4/6).
Meski mengapresiasi rapor hijau tersebut, Candra mencatat beberapa poin krusial yang wajib dievaluasi. Salah satu yang paling disorot adalah kebijakan penggabungan tiket masuk (tiket terusan) untuk dua destinasi ikonik Jember, yaitu Pantai Watu Ulo dan Pantai Papuma.
DPRD Jember mendesak pemerintah daerah untuk menyajikan data komprehensif mengenai efektivitas kebijakan tersebut terhadap kantong pendapatan daerah.
“Apakah integrasi tiket di dua objek wisata itu benar-benar efektif mendongkrak PAD, atau justru sebaliknya? Ini harus dibuktikan dengan data konkret. Di sisi lain, pembenahan sarana dan prasarana di lokasi wisata juga mutlak dilakukan,” katanya.
Selain urusan tiket, Candra juga mengkritik adanya pergeseran anggaran yang dinilai kurang melibatkan kajian matang terkait kebutuhan riil sektor pariwisata. Menurutnya, kebijakan anggaran yang minim evaluasi berisiko menjadi batu sandungan bagi target PAD di masa depan.
Menyikapi hal itu, Komisi B meminta Pemkab Jember tidak sekadar mengejar angka atau target di atas kertas. Pemerintah daerah dituntut melangkah lebih jauh dengan memperkuat kualitas pelayanan, mematangkan infrastruktur, serta membenahi tata kelola destinasi agar sektor pariwisata Jember bisa tumbuh secara berkelanjutan. (*)








