Safari Ponpes Kadinkes Jatim di Kota Kediri Berlanjut, Angkat Isu ILP Poskestren

oleh -46 Dilihat
153941bc 9a79 4c6f 8b0d e3edc7b21c64
Kunjungan Kadinkes Jatim Erwin Astha Triyono di Ponpes Wali Barokah. (Foto: Oktavian Yogi Pratama)

KabarBaik.co – Setelah mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hasun di Kota Kediri, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Erwin Astha Triyono melanjutkan safarinya dengan mendatangi Ponpes Wali Barokah, Kamis (17/4).

Sebagai tim yang membantu Gubernur Jatim untuk memanajemen kesehatan, dalam kunjungan ini pihaknya merasa banyak memperoleh pembelajaran.

Pembelajaran pertama didapatkan dari isu kolaborasi, di mana kolaborasi antara Pondok Pesantren, Kementerian Agama, FKUB, Dinas Kesehatan Kota Kediri yang telah banyak memberikan kontribusi untuk membangun sistem kesehatan yang ada di Kota Kediri.

Khususnya bagi para santriwan santriwati, termasuk para pengasuh, pengajar, dan lain-lain yang ada di Kota Kediri.

Kedua, Dinas Kesehatan juga merasa bersyukur karena bagaimanapun isu-isu kesehatan tidak mungkin diselesaikan oleh Dinas Kesehatan sendiri.

Pihaknya tetap membutuhkan implementator dari para pimpinan Pondok Pesantren di mana Dinas Kesehatan punya program penurunan angka kematian Ibu, penurunan angka kematian bayi, stunting. Termasuk mengupayakan generasi muda untuk membangun generasi emas tahun 2045.

Di dalam Poskestren Wali Barokah tersebut sudah berisikan dengan isu Integrasi Layanan Primer (ILP), sehingga sudah berbasis siklus hidup. Sehingga mulai bayi, remaja, dewasa maupun lansia sudah bisa diimplementasikan di Pondok Pesantren ini.

Ia menjelaskan, banyak program dari Dinas Kesehatan yang sudah dikerjakan secara lengkap, khususnya terkait dengan upaya PHBS (Pola Hidup, Bersih, dan Sehat).

“Sudah disampaikan pimpinan di Ponpes Wali Barokah, nutrisi yang ada di sini pertama adalah sehat. Di situ ada nasi, ada protein, ada buah, yang bisa membuat generasi muda ini paham bahwa makanan sehat menjadi makanan terbaik yang nanti bisa dibawa bekal kalau misalkan sudah lulus dari Pondok,” katanya.

Ia pun menyampaikan terima kasih sekali atas sambutan hangat Ponpes Wali Barokah.

“Semoga menginspirasi bagi 4.600 pondok yang ada di Jawa Timur, untuk membangun sistem kesehatan internal,” tambahnya.

Tak lupa pihaknya senang sekali bisa mengimplementasi Inisiatif, Kolaborasi, dan Inovatif Pondok Pesantren Sehat (IKI Pesat), dan Santri Jawa Timur Sehat dan Berkah (SAJADAH).

“Semoga program tersebut bermanfaat dan mendatangkan barokah bagi Ponpes Wali Barokah khususnya, dan secara umum pondok pesantren di Jawa Timur,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Ponpes Wali Barokah KH Sunarto mengapresiasi kunjungan orang nomor satu di Dinas Kesehatan Provinsi Jatim tersebut.

“Dengan kunjungan lapangan tersebut kami berharap akan mendapatkan input untuk perbaikan manajemen pondok khususnya yang berkaitan dengan bidang kesehatan,” tutupnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Oktavian Yogi Pratama
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.