Semakin Memanas, Pihak Ponpes Al Mahdiy Sidoarjo Diduga Copoti Banner Tuntutan yang Dipasang Warga

Reporter: Yudha
Editor: Andika DP
oleh -1059 Dilihat
Suasana depan Makam Islam Pagerwojo yang sebelumnya terpasang sejumlah banner tuntutan warga. Kini sudah bersih diganti banner Idul Adha. (Foto: Yudha)

KabarBaik.co – Perselisihan antara Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mahdiy dengan warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran, Sidoarjo semakin memanas. Pihak ponpes yang pengasuhnya diduga mencabuli santriwati itu dikabarkan telah mencopoti banner tuntutan yang dipasang warga di pagar Makam Islam Pagerwojo.

Terpantau pada Minggu (23/6) malam, sejumlah banner tuntutan yang sebelumnya dipasang oleh warga di pagar Makam Islam Pagerwojo dicopot paksa oleh pihak pondok. Area makam tersebut memang tepat berada di depan Ponpes Al Mahdiy.

Kini, di lokasi hanya tersisa sebuah banner besar yang bertuliskan ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H. “Sudah bersih dicabut oleh pihak ponpes Sabtu (22/6) sore kemarin,” ujar Teguh, salah seorang warga sekitar, Minggu (23/6).

Baca juga:  Kisah Mantan Anggota Gangster di Sidoarjo dari Tawuran Antar Sekolah Bergeser ke Geng-Geng Kecil (Bagian 2-habis)

Ia menerangkan jika puluhan banner yang berisi nada protes kepada Ponpes Al Mahdiy itu dicopot oleh sejumlah orang atas suruhan pimpinan Ponpes. “Iya pimpinannya menyuruh tukang bangunan yang sedang bekerja di ponpes itu untuk nyabut,” lanjutnya.

Alhasil, pencopotan tersebut membuat warga semakin kesal hingga berencana hendak membuat aksi serupa namun dengan jumlah yang lebih besar. “Tapi bisa diredam tokoh masyarakat,” ujarnya.

Sebelum kejadian ini, emosi warga setempat juga sempat meninggi pada Jumat (21/6). Hal ini dipicu ketidakhadiran pengasuh Ponpes Al Mahdiy, Hidayatullah Fuad Basyaiban pada agenda mediasi di Balasi Desa Pagerwojo.

Baca juga:  Asyiknya Anak-anak Sidoarjo Isi Liburan dengan Membuat Kue Bakpao Karakter

“Tidak datang waktu mediasi katanya sudah tidur,” kata Ketua RT 20 RW 05 Pagerwojo Budi Setiawan.

Sejumlah spanduk yang dipasang oleh warga di depan lokasi Ponpes Al Mahdiy tepat di pagar Makam Islam Pagerwojo. (Foto: Yudha)

Dari sejumlah informasi yang didapatkan, Buya Fuad, panggilan Hidayatullah Fuad Basyaiban diketahui sudah tidur bahkan sudah mengunci kamarnya. Sehingga upaya penjemputan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Pagerwojo pun menemui jalan buntu.

Dari pantauan di lapangan, Minggu (23/6) malam di Ponpes Al Mahdiy terlihat sepi seakan tidak ada aktifitas apapun.

Untuk diketahui sebelumnya Ponpes Al Mahdiy yang berada di dekat makam tokoh masyhur Mbah Ud ini sempat digeruduk warga lantaran adanya kabar dugaan tindak asusila terhadap salah satu santri di sana.

Baca juga:  Kapolresta Sidoarjo Ajak Wartawan Jaga Kondusifitas Nataru dan Pemilu 2024

Enam bulan sebelum aksi warga ini, salah seorang santri berinisial S yang masih dibawah umur sempat terlihat lari keluar dari Pondok dan meminta tolong pada warga sekitar.

Usai ditenangkan, ia diantarkan ke rumah orang tuanya yang tak jauh dari Ponpes. Sebenarnya waktu itu ibu korban sempat menunggu klarifikasi selama dua pekan, namun sayangnya tidak ada itikad baik dari pengasuh ponpes.

Ibu korban pun lantas menempuh langkah hukum atas kasus ini. Ia melaporkan dugaan tindakan asusila ini di Polresta Sidoarjo. Pihak Polresta pun menjadwalkan pemanggilan terhadap terlapor untuk diperiksa pada pekan depan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.