Berdalih Fitnah, Pengasuh Ponpes Al Mahdiy Sidoarjo Ngaku Copoti Banner Tuntutan Warga

Reporter: Yudha
Editor: Andika DP
oleh -374 Dilihat
Suasana malam hari Ponpes Al Mahdiy yang terlihat sepi. (Foto: Yudha)

KabarBaik.co – Polemik dugaan tindakan asusila terhadap seorang santriwati dengan terlapor Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mahdiy, Hidayatullah Fuad Basyaiban masih belum menemui titik temu. Terbaru, pihak ponpes mengaku telah melakukan pencopotan banner maupun spanduk yang sebelumnya dipasang warga di depan pondok.

Buya Fuad, panggilan akrab Hidayatullah Fuad Basyaiban saat dikonfirmasi pun tak membantah jika pihaknya yang melakukan pencopotan banner berisi tuntutan dan nada kecaman tersebut.

Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian sebelum melakukan pelucutan banner tuntutan tersebut. “Iya kami minta pencopotan ke Polresta Sidoarjo,” ujarnya melalui pesan singkat, Minggu (23/6).

Baca juga:  Unik, Kandang Kambing di Sidoarjo Didesain Bak Villa yang Bebas Bau Tak Sedap

Saat melakukan pencopotan pun ia juga tak melakukannya sendiri. Melainkan dibantu oleh sejumlah pekerja bangunan yang saat ini tengah melakukan pekerjaan di Ponpes Al Mahdiy Sidoarjo.

“Saya beserta tukang kerja di pondok, dan waktu pencopotan juga didampingi anggota polisi dari Polsek Buduran,” lanjutnya

Menurutnya langkah yang diambil ini terpaksa dan harus dilaksanakan. Buya Fuad tak ingin semakin banyak yang warga yang termakan informasi yang menurutnya itu tidak benar, bahkan berujung pada fitnah.

Baca juga:  Prakiraan Cuaca Surabaya Raya Hari Ini 12  April 

“Sengaja kami copot, supaya tidak menimbulkan fitnah yang semakin meluas,” lanjutnya. Ia khawatir jika nantinya fitnah ini semakin meluas justru permasalahan tersebut tidak akan selesai.

Untuk diketahui sebelumnya, warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran sempat melakukan protes atas dugaan tindakan asusila pengasuh Ponpes Al Mahdiy kepada salah satunya santrinya berinisial S yang masih dibawah umur.

Dalam aksi protesnya, warga pun memasang sejumlah banner dan spanduk di makam Islam Pagerwojo yang juga berada di depan lokasi Ponpes.

Baca juga:  Kasus Perampokan dan Pembunuhan, di Sidoarjo 5 Jam Terungkap, di Gresik 17 Hari Masih Gelap

Upaya mediasi yang digelar di Balasi Desa Pagerwojo, Jumat (21/6) lalu pun gagal. Kala itu, pihak terlapor dalam hal ini pengasuh Ponpes Al Mahdiy Hidayatullah Fuad Basyaiban tidak hadir.

Kemudian pada Sabtu (22/6) sore, pihak Ponpes melakukan pencopotan banner dan spanduk didampingi pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Buduran dengan asumsi agar fitnah (tindakan asusila) tidak semakin meluas. (*)

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.