Serangan Hama Kresek, Petani Kota Blitar Diminta Waspada Meluas

oleh -192 Dilihat
464dad78 02a0 43f4 bfe8 910cf98f8210
Petani saat memanen padi di Blitar. (Foto: Calvin BT)

KabarBaik.co, Blitar – Tanaman padi di Kota Blitar dilaporkan mulai terserang penyakit kresek. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian setempat mencatat sedikitnya 1,87 hektare lahan padi terdampak penyakit yang disebabkan bakteri Xanthomonas campestris.

Serangan ini membuat pertumbuhan tanaman terhambat, daun mengering, hingga berpotensi menyebabkan gagal panen.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar Dewi Masitoh, menjelaskan penyakit kresek dapat menyerang padi pada fase vegetatif maupun generatif. Salah satu gejala yang mudah dikenali adalah daun yang mulai menguning dari bagian pucuk, kemudian perlahan mengering.

“Serangan penyakit ini biasanya dipicu oleh kondisi lingkungan yang lembap serta curah hujan yang cukup tinggi,” ujar Dewi, Jumat (6/3).

Menurutnya, faktor lain yang kerap memicu munculnya penyakit kresek adalah penggunaan pupuk nitrogen atau unsur N yang berlebihan.

“Pemupukan unsur N yang terlalu tinggi bisa membuat tanaman lebih rentan terhadap serangan bakteri penyebab kresek,” katanya.

Sebagai langkah penanganan, petani disarankan melakukan pengaturan air di lahan sawah secara baik serta menyeimbangkan pemberian unsur hara bagi tanaman. Penambahan unsur P, K, S, serta unsur mikro juga dinilai penting untuk menjaga kesehatan tanaman padi.

Selain itu, penggunaan kapur pertanian untuk mengurangi tingkat keasaman tanah serta pemanfaatan agen hayati yang lebih ramah lingkungan juga dianjurkan dalam upaya pengendalian penyakit.

Dewi pun mengingatkan para petani agar meningkatkan kewaspadaan dan rutin memantau kondisi tanaman di lahan.

“Pencegahan sejak dini sangat penting agar serangan penyakit tidak meluas dan kerugian petani bisa diminimalkan,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.