Tak Ada Toleransi, 115 Napi High Risk Lapas Surabaya Digeser ke Nusakambangan

oleh -168 Dilihat
Ratusan napi high risk saat hendak dibawa ke Nusakambangan. (Foto: Ist/dok Lapas Kelas l Surabaya)
Ratusan napi high risk saat hendak dibawa ke Nusakambangan. (Foto: Ist/dok Lapas Kelas l Surabaya)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Ratusan narapidana berisiko tinggi atau high risk dipindahkan dari Lapas Kelas I Surabaya ke Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (19/7) malam. Sebanyak 115 warga binaan diberangkatkan dalam pengawalan ketat sebagai bagian dari penataan keamanan dan pembinaan berbasis klasifikasi risiko.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 36 narapidana berasal dari Jawa Timur, sedangkan 79 lainnya merupakan narapidana asal Sulawesi. Seluruhnya telah melalui proses asesmen sebelum dipindahkan ke lapas dengan sistem pengamanan khusus.

Proses keberangkatan berlangsung dengan pengawalan berlapis. Tim Pengamanan Intelijen (Pamintel) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, personel Brimob, dan petugas Lapas Kelas I Surabaya mengawal seluruh rangkaian pemindahan hingga tiba di Nusakambangan.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Jawa Timur Kusnali, mengatakan pemindahan tersebut bukan hanya berorientasi pada aspek keamanan. Kebijakan itu juga menjadi bagian dari strategi pembinaan yang disesuaikan dengan tingkat risiko setiap narapidana.

“Tujuan pemindahan ini adalah memberikan pembinaan dan pengamanan yang tepat sesuai tingkat risiko masing-masing narapidana, hal ini sejalan dengan tujuan Pemasyarakatan, yakni membentuk warga binaan yang menyadari kesalahannya, memperbaiki diri, menjadi pribadi yang mandiri, serta mampu kembali dan diterima di tengah masyarakat nantinya,” ujar Kusnali.

Menurut Kusnali, Nusakambangan dipilih karena memiliki sarana dan sistem yang memang dirancang untuk menangani narapidana kategori high risk.

Ia menambahkan, infrastruktur, sumber daya manusia, hingga sistem pengamanan di Nusakambangan dinilai mampu mendukung pembinaan secara lebih efektif.

“Pemindahan narapidana ke Nusakambangan, karena di Nusakambangan memiliki infrastruktur, sumber daya manusia, serta sistem pengamanan yang dirancang khusus untuk menangani narapidana kategori high risk, dengan penempatan yang sesuai klasifikasi, proses pembinaan dapat berjalan lebih efektif,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Surabaya Sohibur Rachman, menegaskan pihaknya akan bertindak tegas terhadap warga binaan yang melanggar aturan maupun mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

“Bagi warga binaan yang melakukan pelanggaran disiplin dan mengganggu keamanan ketertiban Lapas maupun yang terbukti memiliki tingkat risiko tinggi akan kami tindak sesuai ketentuan, termasuk melalui pemindahan ke Nusakambangan,” tegas Sohibur.

Ia menyebut penempatan narapidana berdasarkan klasifikasi risiko menjadi salah satu kunci menciptakan lapas yang aman sekaligus mendukung pembinaan yang lebih terarah.

“Penempatan narapidana harus berdasarkan klasifikasi risiko, bagi mereka yang masuk kategori high risk, pembinaan akan lebih optimal apabila dilaksanakan di satuan kerja yang memang memiliki sistem pengamanan dan program pembinaan khusus seperti di Nusakambangan,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.