KabarBaik.co, Bojonegoro – Jumlah pencari kerja (pencaker) yang mengurus kartu pencari kerja (AK-1) atau kartu kuning di Kabupaten Bojonegoro mencapai 1.635 orang selama semester pertama 2026. Tingginya angka tersebut didominasi lulusan SMA/sederajat dan pencaker usia 15 hingga 19 tahun.
Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Bojonegoro, dari total 1.635 pencaker yang tercatat pada periode Januari–Juni 2026, sebanyak 702 orang merupakan laki-laki dan 933 orang perempuan. Jumlah tersebut meningkat dibanding periode sebelumnya.
Lonjakan pendaftaran AK-1 paling tinggi terjadi pada April 2026 dengan total 622 orang. Dari sisi pendidikan, lulusan SMA atau sederajat menjadi kelompok terbanyak yang mengajukan kartu kuning yang mencapai 1.241 orang.
Berdasarkan wilayah, Kecamatan Purwosari menjadi daerah dengan jumlah pencari kerja terbanyak, yakni 161 orang. Disusul Kecamatan Kasiman sebanyak 124 orang dan Kecamatan Padangan dengan 111 orang.
Dari kelompok usia, pencaker berusia 15–19 tahun mendominasi dengan 681 orang. Selanjutnya usia 20–24 tahun tercatat sebanyak 438 orang, sedangkan usia 25–29 tahun mencapai 210 orang.
Kepala Dinperinaker Bojonegoro Mahmudi, menjelaskan bahwa data tersebut merupakan jumlah masyarakat yang mengurus AK-1 sebagai syarat administrasi melamar pekerjaan. Menurutnya, peningkatan jumlah pemohon tidak sepenuhnya mencerminkan bertambahnya angka pengangguran, melainkan dipengaruhi semakin luasnya sosialisasi layanan pembuatan kartu pencari kerja.
Sejak Oktober 2025, Dinperinaker gencar melakukan sosialisasi dan workshop pembuatan AK-1 di sekolah menengah kejuruan (SMK). Selain itu, layanan juga diperkenalkan melalui sosialisasi keliling di seluruh 28 kecamatan di Bojonegoro.
“SMK juga dapat mengurus AK-1 secara kolektif. Jadi, meningkatnya jumlah pencaker yang tercatat salah satunya dipengaruhi semakin banyak masyarakat yang mengurus AK-1 setelah adanya sosialisasi tersebut,” ujar Mahmudi, Senin (20/7).
Melalui kemudahan layanan dan pendataan yang lebih masif, Pemkab Bojonegoro berharap pencari kerja dapat lebih mudah mengakses informasi lowongan pekerjaan sekaligus menjadi dasar pemerintah dalam memetakan kondisi ketenagakerjaan di daerah.(*)






