Tiga Petambak Siap Bertarung di Kontes Bandeng Kawak Gresik 2024

Editor: Andika DP
oleh -523 Dilihat
Penjurian bandeng di Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. (Foto: Dinas Perikanan Gresik)

KabarBaik.co – Menapaki 10 hari terakhir bulan suci Ramadan 1445 Hijriah, Kabupaten Gresik kembali punya gawe besar. Agenda tahunan Kontes Bandeng Kawak dan Pasar Bandeng kembali digelar di penghujung bulan puasa. Para petambak mulai memanen ikan bandeng raksasanya untuk diikutkan kontes.

Bandeng-bandeng dari Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah dan Pulau Mengare, Kecamatan Bungah bakal kembali bersaing pada kontes bandeng tahun ini. Kedua wilayah ini memang terkenal dengan budidaya bandengnya.

Kepala Dinas Perikananan Kabupaten Gresik Nadlelah mengatakan, petambak tidak hanya sudah panen, pihaknya bahkan sudah melakukan penjurian terhadap para peserta yang mendaftar Kontes Bandeng Kawak.

Baca juga:  Gus Yani Lantik Edy Hadisiswoyo Jadi Dewas Bank Gresik

“Dimulai penilaian di Ujungpangkah, dua peserta sudah dicek bandengnya sudah ditimbang dan sudah dibawa ke Dinas Perikanan, nanti tanggal 8 April akan diikutkan kontes lelang bandeng,” ujarnya, Kamis (4/4).

Bandeng yang sudah dinilai oleh juri milik Saiful Mahdi dan Askin. Keduanya berasal dari Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. Selanjutnya penilaian di Pulau Mengare, bandeng milik Zainul Abidin asal Watuagung, Bungah.

Baca juga:  Ratusan Pramubakti dan Penjaga Sekolah SMP di Gresik Terima Tali Asih Bupati Yani

“Yang daftar hanya tiga, karena yang lain tidak membesarkan bandeng khusus ikut kontes bandeng lelang,” ujarnya lagi.

Pada kontes bandeng kawak tahun lalu, bandeng dengan berat 11,5 kilogram milik Syaifullah Mahdi menjadi juara pertama meraih hadiah Rp 30 juta.

Kemudian bandeng dengan berat 11 kilogram milik Askin juara kedua dengan hadiah Rp 25 juta. Terakhir bandeng milik Zainul Abidin dengan berat 7,2 kilogram juara tiga meraih hadiah Rp 20 juta.

Baca juga:  Angka Kemiskinan Ekstrim di Gresik Tembus 37 Ribu

Pasar Bandeng digelar mulai tanggal 6 sampai tanggal 8 April di sepanjang Jalan Gubernur Suryo, Jalan Samanhudi, Jalan HOS Cokroaminoto dan Jalan Raden Santri.

Pasar Bandeng merupakan tradisi sejak zaman Sunan Giri. Tradisi tahunan yang ada di Gresik di penghujung bulan Ramadan menjadi warisan budaya tak benda.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.