Tindak Lanjuti Aduan Publik, KPID Jatim Sambangi Ponpes Lirboyo Bahas Etika Siaran

oleh -381 Dilihat
kpid
KPID Jawa Timur menyesalkan tayangan tersebut karena dinilai berpotensi melanggar aturan penyiaran.

KabarBaik.co – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Rabu (15/10) malam. Selain mempererat komunikasi dengan pengasuh pondok pesantren, kunjungan ini juga menjadi tindak lanjut atas aduan masyarakat terkait program siaran Xpose Uncensored yang ditayangkan Trans 7 pada 13 Oktober lalu.

Program tersebut memantik reaksi keras publik, khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU), karena dinilai mengandung unsur SARA, ujaran kebencian, serta disinformasi mengenai kehidupan dan sistem pendidikan di pondok pesantren.

Rombongan KPID Jawa Timur yang hadir terdiri dari tujuh komisioner, yakni Royin Fauziana (Ketua), Khoirul Huda (Wakil Ketua), Aan Haryono (Koordinator Pengawasan Isi Siaran), Yunus Ali Ghafi (Koordinator Kebijakan dan Struktur Penyiaran), Rosnindar Prio Eko Rahardjo (Koordinator Kelembagaan), Malik Setyawan, dan Fitratus Sakinah. Mereka disambut langsung oleh salah satu pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, K.H. Abdullah Kafabihi Mahrus, didampingi jajaran pengurus dan para alumni.

Ketua KPID Jawa Timur, Royin Fauziana, menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral KPID sebagai lembaga pengawas penyiaran.

“KPID Jawa Timur menyesalkan tayangan tersebut karena dinilai berpotensi melanggar aturan penyiaran. Kami datang ke Pondok Pesantren Lirboyo untuk menyampaikan komitmen kami dalam menjaga marwah penyiaran di Jawa Timur,” ujarnya.

Sementara itu, K.H. Abdullah Kafabihi Mahrus atau Buya Kafa menyampaikan bahwa pihaknya telah memaafkan kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa pesantren selama ini menjadi ruang pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan santri, tetapi juga membentuk adab dan akhlak.

“Rasa hormat santri kepada kiai dan guru bukan feodalisme. Itu adalah bentuk adab. Di rumah pun kita diajari mencium tangan orang tua dan guru sebagai tanda hormat dan terima kasih,” tutur Buya Kafa.

Menanggapi aksi damai yang sebelumnya dilakukan oleh Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) di kantor KPID Jawa Timur, Buya Kafa mengapresiasi jalannya unjuk rasa yang berlangsung tertib.

“Alhamdulillah, mereka menyampaikan aspirasi dengan santun dan damai. Ini bukti bahwa proses pendidikan di Lirboyo berhasil membentuk karakter santri yang beradab,” ujarnya.

Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Jawa Timur, Rosnindar Prio Eko Rahardjo, turut mengapresiasi sambutan pihak pesantren. Ia menyampaikan bahwa pasca pertemuan ini, KPID berencana menggagas program sosialisasi dan penguatan literasi penyiaran kepada para santri.

“Beberapa waktu lalu kami sudah bekerja sama dengan Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo untuk kegiatan literasi penyiaran. Insya Allah kegiatan seperti ini akan kami lanjutkan dan perluas ke lembaga-lembaga lain,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.