Tragedi Keluarga di Bangkalan, Adik Tewas Dibacok Kakak Ipar

oleh -120 Dilihat
Ilustrasi celurit

KabarBaik.co, Bangkalan – Pertikaian antaranggota keluarga di Desa Soket Laok, Tragah, Bangkalan, berujung maut. Seorang pria berinisial S, 50, tewas setelah dibacok oleh kakak iparnya sendiri berinisial J, 50, Kamis (4/6).

Peristiwa berdarah yang menggegerkan warga desa tersebut terjadi setelah keduanya terlibat cekcok. Dalam insiden itu, pelaku menyabetkan celurit ke arah korban hingga menyebabkan luka serius di bagian perut.

Akibat sabetan senjata tajam tersebut, perut korban robek parah hingga mengenai organ dalam. Korban mengalami pendarahan hebat dan sempat hendak dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia dalam perjalanan.

Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, membenarkan adanya peristiwa pembacokan yang melibatkan hubungan keluarga tersebut.

“Benar ada pembacokan antara kakak ipar dan adiknya. Korban meninggal dunia saat hendak dibawa ke rumah sakit,” ujar Agung saat dikonfirmasi KabarBaik.co, Kamis (4/6).

Setelah melakukan pembacokan, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Ia kabur setelah melihat korban terkapar tak berdaya akibat kehilangan banyak darah.

“Pelaku saat ini masih dalam pengejaran oleh kepolisian,” imbuhnya.

Hingga kini, polisi masih mendalami motif yang melatarbelakangi pelaku nekat menghabisi nyawa adik iparnya tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap penyebab pasti pertikaian yang berujung tragis itu.

“Senjata tajam yang digunakan untuk membacok korban dibawa kabur oleh pelaku. Untuk saat ini kami masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut,” pungkas Agung. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.