Unik, STY Balik ke Indonesia! Tapi dari Timnas ke Mini Soccer

oleh -322 Dilihat
0105 Naskah Olahraga Timnas Indonesia U23
Shin Tae-yong. saat melatih timnas Indonesia.

KabarBaik.co, Jakarta – Shin Tae-yong (STY) belakangan kembali meramaikan jagat maya. Dia dikabarkan comeback sebagai pelatih tim Indonesia. Kabar itu tidak salah. Tapi, bukan untuk memimpin Timnas senior Garuda yang pernah dibawanya lolos ke Piala Asia dan babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026

Yang benar, informasinya sebagai pelatih Timnas Mini Soccer (Football 7) yang dilaporkan akan berlaga di Intercontinental Cup 2026 di Italia.

Kabar itupun langsung memicu pertanyaan di sebagian kalangan pecinta bola tanah air. Apakah ini langkah mundur atau sekadar babak baru sementara?

STY dikabarkan ditunjuk oleh Indonesia Football 7 Federation (FSMI) untuk memimpin tim yang bermain dengan format 7 lawan 7 di lapangan lebih kecil. Informasi yang beredar, acara press conference sekaligus deklarasi resmi dijadwalkan Kamis (30 April 2026) di Menara Imperium, Kuningan, Jakarta.

Diketahui, selama hampir lima tahun (2020–Januari 2025), STY menjadi sosok penting di Timnas Indonesia. Ia membawa Garuda mencapai prestasi yang lama absen, yakni lolos Piala Asia 2023, semifinal Piala Asia U-23 2024, hingga lolos otomatis ke Piala Asia 2027. Namun, kontraknya dihentikan PSSI pada awal 2025 dengan alasan kebutuhan kepemimpinan baru.

Setelah itu, STY sempat mencoba peruntungan di klub asalnya. Pada Agustus 2025 ia ditunjuk melatih Ulsan HD di K-League 1 Korea Selatan. Petualangan itu berakhir cepat. Hanya bertahan sekitar 65 hari atau dua bulan. Hasil buruk—hanya dua kemenangan dari 10 laga—disebut membuat Ulsan HD memecatnya pada Oktober 2025.

Sejak saat itu, STY menjadi pelatih tanpa klub (free agent). Tawaran dari Indonesia tidak kunjung datang. PSSI fokus dengan pelatih saat ini, John Herdman. Sedangkan rumor STY bakal jadi pelatih di klub Liga 1, hingga kini belum terbukti.

Mini Soccer atau Football 7 adalah varian sepak bola dengan aturan mirip sepak bola konvensional, tapi lebih cepat dan intens: lapangan sedang (sekitar 45–60 x 25–40 meter), durasi lebih pendek, dan pemain mendapat sentuhan bola jauh lebih sering dibanding format 11 lawan 11.

Bagi sebagian orang, langkah STY itu terlihat sebagai “penurunan level” yang cukup tajam. Betapa tidak, dari pelatih timnas senior dan klub K-League ke kompetisi mini soccer internasional. Namun, di sisi lain, bisa jadi hal itu memberi STY kesempatan untuk tetap aktif melatih, kembali ke Indonesia, negara yang sering disebutnya sebagai “rumah kedua”, serta menjaga visibilitas sambil menunggu tawaran yang lebih sesuai.

STY sendiri pernah menyatakan bahwa Indonesia selalu menjadi pilihan utamanya jika ada tawaran serius. Kini, dengan adanya akademi sepak bolanya di Jakarta, kehadirannya di Tanah Air tampaknya bukan sekadar isapan jempol.

Apakah ini pertanda STY “sudah tidak laku” alias eranya sudah berlalu? Atau justru strategi menarik untuk tetap relevan sambil membuktikan diri lagi di tengah jeda karier? Jawaban pasti mungkin baru terdengar saat konferensi pers resmi digelar.

Yang jelas, sebagian fans Garuda kini dibuat rindu sekaligus bertanya, kapan “Coach Shin” versi full 11 lawan 11 akan kembali ke panggung utama atau sudah habis? (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.