Warga Jombang Disekap dan Dianiaya di Kandang Sapi Gegara Belum Bayar Utang

oleh -74 Dilihat
WhatsApp Image 2025 10 25 at 9.16.54 AM
Edi Saputro, warga Desa Tinggar Jombang korban penganiayaan (istimewa)

KabarBaik.co – Kasus dugaan penculikan dan penganiayaan bermotif utang piutang terjadi di Jombang. Seorang warga bernama Edi Saputro, asal Desa Tinggar, Bandarkedungmulyo, Jombang melaporkan mitra kerjanya bernama Tomo beserta anaknya dan dua anak buahnya ke Polres Kediri.

Laporan tersebut terdaftar dalam Surat Tanda Terima Laporan Pengaduan Masyarakat Nomor: STTLPM/710/X/2025/SPKT, tertanggal Kamis (23/10/2025) sekitar pukul 17.00 WIB.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Edi menceritakan peristiwa bermula saat dirinya dijemput empat anak buah Tomo dengan alasan akan diajak musyawarah di rumah Tomo.

Namun, bukannya diajak bicara, ia justru dibawa ke kandang sapi milik Tomo di Dusun Sangrahan, Desa Karangpakis, Purwoasri, Kabupaten Kediri.

“Saya diikat dan dibawa ke kandang sapi, lalu dipukuli berkali-kali di bagian wajah sampai memar. Anak Tomo dan dua anak buahnya juga ikut mukuli saya. Leher belakang dan punggung saya juga dipukul pakai tali tampar.,” ujar Edi Saputro dalam keterangannya, Sabtu (25/10).

Edi mengaku Tomo menjadi orang pertama yang melakukan pemukulan, disusul anak dan dua anak buahnya. Beberapa jam kemudian, keluarga Edi bersama perangkat Desa Tinggar datang ke lokasi untuk menjemput korban.

“Dalam perjalanan pulang, saya ceritakan semuanya ke keluarga. Lalu disarankan melapor ke Polres Kediri Pare. Polisi kemudian menyuruh saya visum di RS Pare,” tambahnya.

Masih menurut Edi, dugaan penganiayaan tersebut dipicu persoalan utang piutang antara dirinya dan Tomo.

Ia mengaku memiliki utang sebesar Rp 26,8 juta, yang dibagi dua bersama rekan kerjanya. Rekan Edi disebut sudah melunasi bagiannya, sementara ia belum mampu membayar sisanya sebesar Rp 13,4 juta.

“Saya kaget karena dijemput untuk musyawarah, tapi malah dibawa ke kandang dan langsung dipukuli. Saya sudah minta maaf berkali-kali, tapi tetap dihajar,” ungkapnya dengan nada sedih.

Edi berharap pihak kepolisian segera memproses laporannya dan menegakkan keadilan.

“Saya berharap pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya,” tegasnya.

Perangkat desa Tinggar, Abdul Wahib, yang ikut menjemput korban di lokasi kejadian, membenarkan adanya tindak kekerasan tersebut.

“Benar, saya datang ke kandang sapi itu bersama keluarga korban. Kondisi Edi waktu itu penuh luka memar. Saya juga sempat mengambil foto usai pengeroyokan,” kata Wahib.

Ia menambahkan, karena laporan sudah resmi diterima, pihaknya berharap Polres Kediri segera menindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Kami percaya kepolisian akan memproses kasus ini secara profesional dan transparan,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.