KabarBaik.co – Keberadaan destinasi wisata di lereng Gunung Jenggawah, Jember dinilai tidak berdampak pada kesejahteraan masyarakat sekitar. Padahal pembangunan wisata tersebut menelan biaya yang cukup besar.
Salah satu warga, Sugiyanto Effendy mengatakaan pihaknya meminta Kejaksaan, Kepolisian, inspektorat, segera turun ke Desa Jenggawah, untuk mengaudit penggunaan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD).
“Kami menduga adanya penyimpangan, penyelewengan terhadap penggunaan dana desa di Desa Jenggawah,” kata Sugiyanto, Sabtu (2/3).
Oleh karena itu, ia meminta kepada instansi terkait bisa mengaudit dan meninjau lokasi penggunaan anggaran yang diperuntukkan pembangunan destinasi wisata tersebut.
“Masyarakat merasa, pembangunan tersebut tidak ada manfaatnya bagi warga sekitar apalagi soal kesejahteraan Desa Jenggawah. Untuk nilainya Rp 2 miliar,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Jenggawah Sunoto menyampaikan untuk saat ini kepengurusan BUMDes destinasi wisata Jenggawah sedang mengundurkan diri.
“Kedepan, pak kades mau revitalisasi terkait dengan BUMDes, itu yang mengelola. Sekarang masih kosong, masih nyari kandidat pengurusan BUMDes,” terangnya.
Ia juga mengatakan bahwa destinasi wisata itu sudah dibangun sejak 2021. Namun untuk saat ini belum jalan, dikarenakan pengurus kosong.
“Ada pengunjug tapi memang tidak ramai, ke depan rencana ada taman dan kolam,” sebutnya.
Disinggung dampak ke masyarakat, Sunoto menyampaikan semua butuh proses. Ia meyakini destinasi wisata ini akan bisa ramai pengunjung dan akan memberi rejeki kepada masyarakat sekitar.
“Nanti kalau jalan, insyaallah UMKM ada, mendongkrak perkokonimian warga sekitar,” pungkasnya. (*)





