Aliansi SPPG Blitar Raya Dukung Program MBG, Sebut Serap Ribuan Tenaga Kerja

oleh -106 Dilihat
IMG 20260627 WA0058 scaled
Aliansi SPPG Blitar Raya melaksanakan apel sebagai bentuk dukungan terhadap program MBG. (Foto: Calvin BT)

KabarBaik.co, Blitar – Aliansi SPPG Blitar Raya menyatakan dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Dukungan tersebut disampaikan melalui kegiatan apel yang digelar relawan, mitra, dan pemasok yang terlibat dalam program MBG di Kota dan Kabupaten Blitar.

Koordinator Aliansi SPPG Blitar Raya, Bambang Kaspo, menilai program MBG tidak hanya berperan dalam pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang cukup besar karena menyerap tenaga kerja dan melibatkan pelaku usaha lokal.

“Program ini bukan hanya memberikan makan bergizi kepada jutaan anak setiap hari, tetapi juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Satu dapur bisa mempekerjakan sekitar 50 orang,” ujarnya, Sabtu (27/6).

Menurut Bambang, saat ini terdapat sekitar 160 dapur MBG di wilayah Blitar Raya. Dengan jumlah tersebut, ribuan tenaga kerja terlibat dalam operasional dapur, mulai dari tenaga pengolah makanan hingga petugas pendukung lainnya.

Selain itu, kebutuhan bahan baku dapur juga dinilai memberikan manfaat bagi petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM. Setiap dapur membutuhkan pasokan bahan pangan setiap hari yang sebagian besar diperoleh dari pelaku usaha lokal.

“Bayangkan satu dapur membutuhkan beras satu sampai dua kuintal per hari. Belum kebutuhan telur, sayur, daging, dan bahan lainnya. Banyak sektor yang ikut bergerak,” katanya.

Meski demikian, Bambang mengakui selama masa libur sekolah terdapat kebijakan penghentian sementara distribusi MBG. Kebijakan tersebut mengikuti surat edaran dari pemerintah pusat yang menghentikan layanan selama sekitar tiga pekan masa liburan.

Ia menjelaskan, sebagian petugas dapur masih tetap bertugas selama masa penghentian sementara, seperti kepala SPPG, ahli gizi, akuntan, dan petugas keamanan. Sementara relawan dan tenaga operasional lainnya mengikuti masa libur.

“Kami mengikuti saja kebijakan pemerintah. Kami melihat ini juga bisa menjadi momentum evaluasi dan efisiensi program,” ujarnya.

Bambang juga menepis anggapan bahwa program MBG hanya menguntungkan kelompok pemodal besar. Menurutnya, banyak dapur didirikan melalui skema gotong royong sejumlah mitra yang mengumpulkan modal bersama.

“Tidak semuanya pengusaha besar. Banyak yang patungan untuk membangun dapur. Bahkan satu dapur bisa melibatkan sekitar 15 pemasok dari berbagai sektor usaha,” jelasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin BT
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.