KabarBaik.co, Banyuwangi – Puluhan pelajar di Banyuwangi menyampaikan berbagai usulan kepada Pemkab Banyuwangi melalui Forum Rembug Anak 2026. Mereka mendorong pembentukan Green Ranger, perluasan edukasi pengelolaan sampah hingga kelompok PKK, serta penegakan sanksi terhadap pelaku penebangan pohon liar.
Aspirasi tersebut disampaikan 50 pelajar SMP, SMA, dan siswa sekolah luar biasa (SLB) dari berbagai wilayah Banyuwangi saat mengikuti Rembug Anak bertema “Anak Beraksi, Lingkungan Lestari, Hak Anak Terpenuhi” di kawasan wisata Pantai Pulau Santen.
Sekretaris Daerah Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo mengatakan, Rembug Anak menjadi wadah bagi anak-anak untuk menyampaikan ide, harapan, dan keresahan yang akan menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan daerah.
“Silakan sampaikan apa yang menjadi keinginan, harapan, maupun keresahan kalian. Semua masukan akan kami dengarkan, kami catat, dan menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan ke depan,” ujar Yayan, sapaan akrabnya.
Salah satu usulan datang dari Reyhan Iftitan Ramadhanu, pelajar SMA Muhammadiyah 2 Genteng, yang mengusulkan pembentukan Green Ranger, yakni duta kebersihan yang melibatkan pelajar bersama masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Sementara itu, Thalita Elok Safitri dari MAN 1 Banyuwangi mengusulkan edukasi pengelolaan sampah diperluas hingga kelompok PKK agar ibu-ibu mampu memilah dan mendaur ulang sampah menjadi produk bernilai ekonomi. Ia juga mendorong kampanye lingkungan melalui media sosial, videotron, serta pemantauan pengelolaan sampah hingga tingkat desa.
Usulan lainnya disampaikan Hafis Maulana Akbar dari SMPN 4 Banyuwangi yang meminta pemerintah memberikan sanksi tegas kepada pelaku penebangan pohon liar demi menjaga kualitas lingkungan.
Yayan mengapresiasi antusiasme para peserta yang dinilainya memiliki kepedulian tinggi terhadap isu lingkungan. “Kami bangga dengan anak-anak tadi. Mereka sangat antusias menyampaikan ide-idenya terkait lingkungan dan sampah yang memang menjadi isu global saat ini,” tutupnya. (*)








