Antrean Panjang Biosolar di Bojonegoro Bikin Macet, Pertamina Pastikan Pasokan Aman

oleh -153 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 03 at 11.18.04 AM
Antrean mengular di SPBU Sugihwaras Bojonegoro (Shohibul Umam)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Antrean mengular kendaraan mengisi solar terjadi di sejumlah SPBU di Bojonegoro beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut berdampak pada kepadatan hingga kemacetan lalu lintas di sejumlah titik sekitar SPBU.

Menanggapi kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa peningkatan antrean terjadi akibat melonjaknya konsumsi Biosolar, terutama oleh kendaraan berat seperti truk dan bus. Di sejumlah SPBU, antrean kendaraan bahkan terlihat memanjang hingga memakan badan jalan sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga Ahad Rahedi mengatakan bahwa meningkatnya antrean pengisian Biosolar dipicu oleh naiknya aktivitas transportasi dan logistik pasca libur panjang Idul Adha.

“Antrean ini terjadi akibat meningkatnya aktivitas angkutan logistik, bus, dan kendaraan operasional lokal setelah libur panjang Idul Adha. Selain itu, juga terjadi peningkatan aktivitas pengangkutan hasil pertanian di wilayah Kabupaten Bojonegoro,” ujar Ahad, Rabu (3/6).

Akibat tingginya permintaan tersebut, sejumlah SPBU mengalami lonjakan konsumsi Biosolar yang berdampak pada terjadinya antrean kendaraan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pertamina mengaku telah melakukan berbagai langkah percepatan distribusi guna menjaga kelancaran pasokan BBM bersubsidi tersebut.

Menurut Ahad, Pertamina telah mengoptimalkan penyaluran dengan memprioritaskan pengiriman Biosolar ke SPBU-SPBU yang mengalami peningkatan konsumsi. Selain itu, operasional mobil tangki juga terus dimonitor secara intensif guna mempercepat distribusi BBM ke wilayah terdampak.

“Mobil tangki dimonitor secara optimal dalam rangka percepatan penyaluran. Pertamina memastikan distribusi Biosolar ke SPBU berjalan lancar serta melakukan mitigasi melalui pengalihan konsumen ke SPBU alternatif apabila diperlukan,” jelasnya.

Berdasarkan data Pertamina hingga Mei 2026, realisasi penyaluran Biosolar di wilayah Lamongan, Bojonegoro, dan Tuban masih berada dalam koridor kuota yang telah ditetapkan.

Di Lamongan, kuota Biosolar tahun 2026 tercatat sebesar 109.037 kiloliter (KL) dengan realisasi penyaluran mencapai 41.500 KL. Sementara di Bojonegoro, kuota yang tersedia sebesar 65.221 KL dengan realisasi 24.500 KL. Adapun Tuban memiliki kuota 100.919 KL dengan realisasi penyaluran sebesar 39.400 KL. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.