KabarBaik.co, Maluku – Suasana tenang Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, berubah mencekam hanya dalam hitungan detik. Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, tewas ditikam sadis oleh keponakannya sendiri tepat saat baru mendarat dari Jakarta, Minggu (19/4).
Informasi yang dihimpun, kejadian tragis itu terjadi sekitar pukul 11.25 WIT. Nus Kei baru turun dari pesawat Lion Air JT880 (transit dari Ambon) sekitar pukul 10.45 WIT. Begitu mendatar di bandara, ia berjalan menuju pintu keluar terminal kedatangan sambil menunggu dijemput keluarga. Tiba-tiba, Hendrikus Rahayaan alias Hendra, 28, mendekati korban dan langsung menikamnya berulang kali menggunakan pisau tajam.
Korban mengalami empat luka tusuk di bagian leher, dada, dan perut. Kakak korban, Antonius Rumatora, yang berada di lokasi langsung bereaksi. Ia berupaya melawan pelaku untuk menghentikan serangan. Namun, Hendrikus pun terus melawan. Berhasil melepaskan diri, pelaku melarikan diri bersama rekannya, Finansius Ulukyanan (FU), 36.
Nus Kei ambruk bersimbah darah di lantai bandara. Korban yang berusia sekitar 60-an tahun itu sempat dilarikan ke RS Karel Sadsuitubun, Nahas, korban dinyatakan meninggal dunia pukul 11.44 WIT akibat pendarahan hebat dan luka pada organ vital.
Dalam keterangannya Polres Maluku Tenggara mengungkapkan bahwa motif peristiwa itu adalah dendam lama. Kedua pelaku meyakini bahwa Nus Kei adalah otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang tewas ditembak di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi, beberapa tahun lalu.
Polisi bergerak cepat. Hendrikus Rahayaan dan Finansius Ulukyanan ditangkap polisi dalam waktu kurang dari dua jam setelah kejadian berkat rekaman CCTV bandara dan keterangan saksi.
Hendrikus yang juga dikenal sebagai “Kei Bad Boy” adalah atlet bela diri yang cukup dikenal. Dia disebut mahasiswa S-1 Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Semarang dan anggota aktif Paguyuban Rambo Muaythai Semarang. Bahkan, tahun lalu dia baru saja meraih juara di Kejuaraan Muaythai Open se-Jawa di GOR Universitas Semarang.
Hendrikus juga merupakan keponakan John Kei. Sedangkan Nus Kei merupakan tokoh politik senior asal Kepulauan Kei, Maluku Tenggara. Dia menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara dan disebut sedang mempersiapkan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar yang dijadwalkan empat hari setelah kejadian. Nus Kei juga pernah mendapat surat tugas dari partai sebagai bakal calon bupati Maluku Tenggara periode 2024–2029. Nus Kei juga merupakan paman kandung John Kei.
Partai Golkar telah menyampaikan duka cita mendalam dan meminta seluruh kader tetap tenang agar tidak terprovokasi isu yang bisa memicu konflik lebih luas di Maluku Tenggara.
Sekjen DPP Partai Golkar Sarmuji mengimbau seluruh kader untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi menyusul insiden penusukan yang menimpa kadernya itu. Pascakejadian itu harus disikapi dengan kepala dingin sambil menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian.
“Kepada kader tetap waspada tapi jangan terpancing situasi. Kita berikan kepercayaan kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut,” ujarnya dalam pesan yang diterima media, Minggu (19/4).
Peristiwa tersebut, lanjut dia, menimbulkan duka sekaligus kemarahan di internal partai. Namun demikian, pihaknya menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan tidak memperkeruh keadaan. “Ini peristiwa yang sangat kami sesalkan. Kami berduka, sedih, dan marah. Tapi, kita harus tetap menahan diri,” kata dia.
Sarmuji berharap seluruh kader di daerah, khususnya di Maluku, untuk tetap menjaga kondusivitas dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Pihaknya juga mendesak aparat kepolisian untuk bergerak cepat mengungkap pelaku serta motif di balik insiden tersebut.
“Kami menuntut aparat kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa ini. Smeua kita serahkan kepada kepolisian, termasuk soal motif dan latar belakangnya” pungas mantan Ketua DPD Partai Golkar Jatim itu. (*)







