Banyuwangi Siapkan Pilkades Paperless 2027, Sebanyak 130 Desa Gunakan E-Voting

oleh -147 Dilihat
IMG 20260611 WA0035
Uji coba penerapan pilkades E-Voting. (Foto: Muhammad Ikhwan) 

KabarBaik.co, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi akan menerapkan pilkades paperless atau tidak lagi mencoblos nama calon di atas kertas suara. Pada Pilkades 2027 mendatang proses itu direncanakan beralih ke sistem digital melalui e-voting.

Rencananya sistem baru itu akan diterapkan pada ratusan desa di Banyuwangi yang akan menggelar pilkades serentak. Sistem tersebut masih tengah digodok. Rencana penerapan e-voting ini juga sejalan dengan arahan Kementerian Dalam Negeri. Banyuwangi didorong menjadi salah satu daerah yang menerapkan sistem pemungutan suara berbasis digital dalam pilkades.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Banyuwangi, Nanin Oktaviantie mengatakan, pada 2027 sebanyak 130 desa di Banyuwangi akan menggelar pilkades secara serentak. Saat ini, pihaknya sedang menyempurnakan aplikasi yang akan digunakan dalam pilkades digital tersebut.

“Karena Banyuwangi SPBE-nya (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) sudah nomor satu se-Indonesia, harapan dari Mendagri, untuk pelaksanaan pilkades di Banyuwangi tahun 2027 nanti di bulan Oktober, dilakukan secara digital melalui e-voting,” kata Nanin.

Saat ini, DPMD Banyuwangi bersama Dinas Kominfo Banyuwangi sedang membuat aplikasi untuk pelaksanaan e-voting. Dengan aplikasi ini, nantinya 99 persen pilkades dilaksanakan secara digital. Dia menyebut, pelaksanaan pilkades secara digital ini memiliki banyak keunggulan. Salah satunya bisa meminimalisir gesekan yang terjadi antara pendukung calon.

“Karena biasanya Pilkades ini
euforianya sangat tinggi, dengan dilakukan secara digital ini gesekan-gesekan yang timbul di lapangan ini semakin kecil,” tegasnya.

Tidak hanya itu, lanjut Nanin, menggunakan e-voting bisa meminimalisir golput. “Karena semua pemilih akan melakukan proses pemilihannya melalui klik calon pemilih yang dipilih melalui e-voting ini,” ujarnya.

Untuk mendukung pelaksanaan pilkades digital ini akan ada pengadaan alat untuk digunakan sebagai sarana melakukan pemungutan suara di tiap desa. Nantinya peralatan tersebut bisa digunakan untuk pelayanan publik di desa-desa dan di SKPD yang lain.

“Untuk di tahun ini kita akan ada simulasi, kita ada pengadaan alat untuk simulasi di 130 desa, untuk simulasi dengan masyarakat desa. Ini ada satu set alat yang diadakan oleh desa untuk proses persiapan 2027,” bebernya.

Dia menyebut, mulai bulan ini akan dilakukan berbagai simulasi sampai mendekati hari pelaksanaan pelaksanaan pilkades, agar masyarakat di 130 desa semakin terbiasa menggunakan layanan e-voting. “Jadi kita lakukan simulasi. Di samping nanti akan kita siapkan tutorial yang kita share, sosialisasi dan tahapan-tahapan lain tetap kita lalui,” tegasnya.

Pihaknya sedang menyempurnakan aplikasi untuk meminimalisir permasalahan yang terjadi. Dalam pelaksanaan pilkades digital ini, masyarakat tetap datang ke TPS, hanya saja warga menyalurkan suaranya dengan tap atau klik pada aplikasi yang telah disiapkan. Setiap TPS akan disediakan setidaknya dua alat untuk proses e-votingnya.

“Nanti begitu waktu e-voting-nya
selesai, entah disepakati jam 1 atau jam 2, jam 3, begitu kita buka, langsung klik bersama, langsung suara sudah bisa
dilihat pemenangnya,” ujarnya. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin BT
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.