KabarBaik.co, Surabaya – Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Jatim terus menunjukkan keseriusan dan agresivitasnya dalam mendongkrak prestasi atlet di kancah nasional maupun internasional. Melalui gebrakan besar bertajuk program ‘Jatim Hebat’, organisasi ini resmi mendatangkan tim ahli dan pelatih profesional langsung dari negeri asal taekwondo, Korea Selatan.
Langkah strategis ini merupakan buah manis dari kolaborasi sinergis dengan Gwangju University, yang dikenal sebagai salah satu dari sepuluh universitas terbaik di Korea Selatan dan memiliki reputasi gemilang di bidang olahraga.
Tidak tanggung-tanggung, tiga sosok penting dari Korea Selatan kini resmi dihadirkan untuk menyuntikkan ilmu, taktik, dan teknologi orisinal ke dalam pemusatan latihan Jawa Timur.
Mereka adalah Grand Master Han Kwanggil, pakar tingkat tinggi yang akan mematangkan teknik fundamental atlet; Coach Lee Junwoo, pelatih muda yang fokus menggenjot performa fisik dan taktik bertanding; serta Profesor Kim Jihyuk, Dekan sekaligus akademisi dari Gwangju University yang akan menerapkan sport science dan metode latihan modern berbasis data ilmiah.
Wakil Ketua Umum Pengprov TI Jatim, Hendra Prastiyawan, yang mewakili Ketua Umum Mayjen TNI Purn. Yusman Madayun, menyatakan bahwa kolaborasi ini dirancang untuk memberikan dampak instan maupun jangka panjang demi mewujudkan jargon ‘Jatim Hebat’ di panggung olahraga nasional.
“Kombinasi pengalaman kelas dunia dan sentuhan sains ini diharapkan mampu melahirkan jawara-jawara baru taekwondo dari Jawa Timur yang siap mendominasi berbagai kejuaraan mendatang,” ujar Hendra.
Tanda Tangani MoU Strategis
Komitmen tersebut diperkuat dengan penandatanganan Memorandum Kesepakatan (MoU) strategis antara Asosiasi Taekwondo Jawa Timur dan Departemen Taekwondo Gwangju University. Dokumen ditandatangani langsung oleh Hendra Prastiyawan bersama Prof. Kim Jihyuk untuk memperluas saling pengertian, kemajuan akademis, serta memperkuat daya saing pendidikan di kancah global.
Melalui kemitraan ini, kedua belah pihak berkomitmen penuh untuk saling mendukung dalam pengembangan sumber daya manusia yang unggul, khususnya melalui integrasi antara ilmu pengetahuan akademis dan pembinaan olahraga yang terstruktur.
Enam Ruang Lingkup Kerja Sama
Dalam naskah perjanjian yang disepakati, terdapat 6 (enam) poin utama kerja sama yang akan segera diimplementasikan
1. Penelitian Bersama & Forum Akademik: Kolaborasi riset dan penyelenggaraan seminar, lokakarya, hingga simposium internasional.
2. Pertukaran Pengetahuan dan Infrastruktur: Pemanfaatan bersama fasilitas, data penelitian, dan teknologi untuk pengembangan prestasi.
3. Penggalangan Dukungan Finansial: Upaya bersama mengamankan pendanaan dari pemerintah maupun organisasi internasional demi keberlanjutan program.
4. Peningkatan Keahlian Fakultas & Pelatih: Program pelatihan terpadu untuk meningkatkan kapasitas profesional pengajar dan pelatih.
5. Program Keterkaitan Universitas-Industri (Link and Match): Menjembatani dunia akademik dengan lapangan kerja untuk karier profesional atlet dan lulusan.
6. Pertukaran Personel: Fasilitasi pertukaran tenaga ahli dan konsultasi kelembagaan.
Masa Berlaku dan Kerahasiaan
Perjanjian ini disepakati berlaku selama dua tahun dan dapat diperpanjang otomatis untuk dua tahun berikutnya, kecuali salah satu pihak memberikan pemberitahuan tertulis minimal 3 bulan sebelum masa berlaku berakhir. MoU ini juga memuat klausul ketat mengenai perlindungan informasi dan kerahasiaan data.
Sinergi internasional ini diharapkan mampu membawa iklim segar bagi prestasi taekwondo Jawa Timur menuju pentas dunia, sekaligus membuka gerbang akademis yang lebih luas bagi para praktisi olahraga di tanah air. (*)






