KabarBaik.co – Di balik perbukitan dan akses jalan berbatu Dusun Koripan, Desa Napis, berdiri sebuah bangunan sederhana yang sempat menggemparkan jagat maya. Gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) Silahul Muslimin yang viral karena bentuknya menyerupai gudang, kini akhirnya mendapatkan perhatian serius.
Sekolah yang hanya menampung 16 siswa dari kelas 1 hingga kelas 3 itu selama bertahun-tahun menjalankan kegiatan belajar di ruang sempit dan jauh dari kata layak. Namun, harapan baru muncul ketika pihak swasta menyatakan siap membangun gedung sekolah yang lebih manusiawi.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk mencarikan solusi terbaik bagi sekolah pedalaman tersebut. “Saya sudah perintahkan asisten untuk mencari solusi. Semoga mendapat jalan keluar terbaik,” ujarnya, Rabu (27/11).
Harapan itu mulai terlihat nyata pada Rabu (4/12). Yayasan Nurul Hayat datang langsung ke Dusun Koripan untuk melihat kondisi sekolah dan semangat para siswanya. Dari kunjungan tersebut, pihak yayasan berkomitmen membangun gedung baru berlantai dua, lengkap dengan ruang kelas yang layak dan aman.
Peletakan batu pertama dilakukan oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, sebagai simbol dimulainya pembangunan. Kholid Abdurrahman, perwakilan yayasan, mengatakan bahwa proyek ini merupakan bentuk kepedulian terhadap anak-anak MI Silahul Muslimin yang tak pernah kehilangan semangat belajar meski keterbatasan fasilitas.
“Rencananya dua lantai, dan kami berharap warga juga ikut serta bergotong royong membangun sekolah ini,” ujar Kholid, (5/12).
Sementara itu, Sulaiman selaku pembina Yayasan MI Silahul Muslimin mengaku bersyukur atas terwujudnya impian anak-anak didiknya yang hanya ingin memiliki gedung sekolah layaknya ruang kelas pada umumnya.
“Saya mewakili yayasan sangat berterima kasih dari semua pihak yang ikut serta ikut beramal jariah di MI Silahul Muslimin semoga semua amal dan harta yang dijariahkan menjadi amal sholeh dan mendapat ridho dari Allah SWT,” harapnya.
Sulaiman menceritakan perjuangan ia dan warga dalam mewujudkan impian anak-anak di Dusun Koripan yang harus bertaruh nyawa menyebrangi sungai saat akan berangkat sekolah. “Berkat semangat dan keinginan warga alhamdulilah telah berdiri sekolah yang dulu kurang layak ini. Ini dinding yang dipasang merupakan bongkaran dari mushola sekitar dan dibangun dengan gotong royong warga,” pungkas Sulaiman. (*)






