KabarBaik.co, Bojonegoro – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Bojonegoro–Cepu, tepatnya di Desa Kebonagung, Padangan, Bojonegoro, Rabu (3/6) malam. Insiden tersebut melibatkan motor Honda BeAT dengan sebuah truk Mitsubishi.
Akibat kecelakaan tersebut, pengendara motor berinisial AMP, 16, seorang pelajar asal Menganti, Gresik, meninggal di lokasi kejadian. Sementara pemboncengnya, AM, 11, pelajar asal Desa Ngrejeng, Purwosari, Bojonegoro, mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan medis.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Bojonegoro Ipda Septian menjelaskan berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan sejumlah saksi, kecelakaan bermula saat BeAT bernopol S 4142 AZ yang dikendarai korban melaju dari arah timur ke barat.
“Pengendara motor berusaha mendahului truk Mitsubishi yang berada di depannya dengan mengambil haluan ke kanan. Namun saat proses mendahului, pengendara diduga kurang menjaga jarak aman sehingga terjadi serempetan dengan kendaraan truk,” ujar Septian, Kamis (4/6).
Akibat benturan tersebut, motor terjatuh ke sisi kiri jalan. Pengendara motor kemudian terjatuh ke bawah kolong truk bernopol S 9866 HH tersebut dan mengalami luka fatal akibat terlindas roda truk yang menyebabkan korban meninggal dunia di tempat kejadian.
Sementara itu, pengemudi truk berinisial RAW, 28, warga Desa Banjaragung, Rengel, Tuban, tidak mengalami luka dalam peristiwa tersebut.
Petugas kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta mengatur arus lalu lintas. Kedua korban kemudian dievakuasi ke RSUD Padangan untuk penanganan lebih lanjut.
Septian mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan dan memperhatikan jarak aman saat berkendara, terutama ketika hendak mendahului kendaraan lain.
“Kami mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati saat berkendara dan memastikan kondisi aman sebelum mendahului kendaraan di depan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (*)






