Ibu Korban Ungkap Ciri-ciri Pelaku Modus Ukur Baju yang Incar Anting 2 Bocah SD di Sidoarjo

oleh -131 Dilihat
Nur Susanti (kerudung cokelat) dan Ayu (kerudung hitam) ibu kedua korban saat ditemui di kediamannya. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)
Nur Susanti (kerudung cokelat) dan Ayu (kerudung hitam) ibu kedua korban saat ditemui di kediamannya. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Langkah kaki Azkaira Madfaatul Asifah, 9, dan sahabatnya, Sila, 9, seharusnya menjadi perjalanan pulang sekolah yang biasa. Namun pada Jumat (24/7) kemarin siang itu berubah menjadi pengalaman yang tak akan mudah mereka lupakan.

Keduanya nyaris menjadi korban pencurian anting emas oleh seorang perempuan yang datang dengan modus mengaku diminta orang tua untuk mengukur seragam sekolah.

Beruntung, naluri curiga kedua siswi SDN Pekarungan itu muncul tepat waktu. Saat pelaku mulai berusaha melepas anting yang mereka kenakan, Azkaira dan Sila memilih melawan. Teriakan mereka memecah kesunyian hingga membuat pelaku panik dan buru-buru melarikan diri.

Peristiwa yang kemudian viral di media sosial itu akhirnya membuat orang tua Azkaira angkat bicara. Ibu korban, yang bernama Susilo Nur Susanti, 43, memastikan tidak pernah meminta siapa pun mengukur pakaian anaknya. Karena itu, ia meyakini perempuan tersebut memang sengaja mencari sasaran anak-anak yang pulang sekolah sendirian.

“Saya tidak pernah pesan baju atau suruh orang ukur seragam anak saya. Waktu anak saya berteriak menolak antingnya dilepas, pelakunya panik dan langsung melarikan diri,” ujar Susilo Nur Susanti saat ditemui di rumahnya, Senin (27/7).

Menurutnya, pelaku menghampiri kedua anak itu sambil berpura-pura mengenal keluarganya. Dengan dalih hendak mengukur seragam batik, korban kemudian diajak menuju lokasi yang sepi di dekat area persawahan, sebelah barat rumah praktik dokter. Di tempat itulah pelaku diduga mulai menjalankan aksinya.

Namun, rencana itu gagal. Azkaira merasa ada yang tidak beres saat pelaku mulai menyentuh anting di telinganya. Ia langsung berontak dan berteriak meminta tolong. Sila pun ikut berteriak sehingga pelaku ketakutan dan memilih kabur.

“Anak saya untungnya curiga dan berani berontak. Pas dia teriak keras, pelakunya langsung kabur karena takut warga datang,” tambah Susilo.

Dari keterangan kedua korban, pelaku seorang perempuan diperkirakan berusia sekitar 45 tahun. Saat beraksi ia mengenakan kerudung dan helm, namun tidak memakai masker sehingga wajahnya sempat terlihat jelas. Pelaku diketahui mengendarai sepeda motor Honda Revo berwarna biru silver dengan nomor polisi berawalan W 4075.

Modus yang digunakan pun tergolong licik. Pelaku lebih dulu membangun kepercayaan korban dengan mengaku mengenal orang tua mereka, lalu mengajak anak menuju tempat yang lebih sepi sebelum berusaha mengambil perhiasan yang dikenakan. Cara tersebut membuat para orang tua diminta semakin waspada dan terus mengingatkan anak agar tidak mudah mengikuti ajakan orang yang tidak dikenal.

Menurut Informasi yang dihimpun, kejadian serupa diduga bukan kali pertama terjadi. Dengan pola yang hampir sama, aksi tersebut sebelumnya disebut terjadi di wilayah Patar Lor, Sambungrejo, sekitar sepekan sebelum insiden di Pekarungan.

Bahkan, pada hari yang sama, Jumat (24/7) kemarin, dugaan percobaan pencurian bermodus mengukur baju juga dilaporkan terjadi di sekitar MI Darun Najah, Desa Kloposepuluh.

Munculnya beberapa laporan dengan pola yang serupa membuat keresahan warga semakin meningkat. Para orang tua berharap aparat kepolisian segera mengungkap identitas pelaku berdasarkan ciri-ciri yang telah dikantongi.

Mereka khawatir, jika tidak segera ditangkap, pelaku akan kembali mengincar anak-anak sekolah yang berjalan pulang tanpa pendamping di wilayah Sukodono maupun daerah lain di Kabupaten Sidoarjo.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.