KabarBaik.co- Kasus perampokan diserta pembunuhan korban di Sidoarjo pada Minggu (31/3) cepat terungkap. Tidak lebih dari 5 jam dari kejadian, polisi berhasil membekuk tersangka. Yakni, Prayogo, warga Kecamatan Suboh, Situbondo, Jatim. Kini, pemuda 21 tahun itupun telah mendekam di tahanan. Ancaman hukuman berat menanti.
Kasus ini bermula ketika Yesi Marsela belum pulang dari tempat kerjanya. Padahal, Minggu malam itu sudah mulai larut. Perempuan 22 tahun itu bekerja sebagai kasir di sebuah minimarket di Jalan Mandala, Desa Semambung, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo
Sehari-hari, Yesi ngekos tidak jauh dari minimarket tersebut bersama ibunya. Ia berasal dari Desa Mutih, Kecamatan Pulung, Ponorogo. Tidak kunjung pulang. Biasanya, begitu minimarket tutup pukul 22.00 WIB, Yesi sudah kembali. Namun, jarum jam sudah menunjukkan pukul 22.30 WIB, Yesi tak kunjung pulang. Sang ibu pun resah. Lalu, mendatangi tempat kerja anaknya.
Menurut Bahrudin, ketua RT setempat, dari luar toko ibu korban mendapati anaknya tergeletak di lantai, Tidak sadarkan diri. Tentu saja, sang ibu spontan berteriak-teriak meminta tolong. Warga pun berdatangan ke tempat kejadian perkara (TKP). “Tubuh (korban) tidak berdarah. Setelah melihat dari CCTV toko, kemungkinan dicekik,” ceritanya. Lalu, ada yang melaporkan ke polisi. Tidak berselang lama, polisi melakukan olah TKP.
Kapolresta Sidoarjo Kombespol Christian Tobing mengatakan, tersangka memang sudah berhasil ditangkap. Penangkapan berawal ketika polisi melakukan olah TKP. Saat itu, pelaku juga sedang ikut mengamati kegiatan olah TKP. Membaur bersama warga. Begitu meringkus tersangka, petugas langsung meminta untuk diantarkan ke tempat kosnya.
Di tempat kos tersangka, polisi menemukan uang sejumlah Rp 4.995.000. Uang itu diduga dari pencurian dari minimarket. Selain itu, petugas juga menemukan handphone milik korban. Juga, jaket dan celana pendek yang dipakai tersangka, serta pisau. Senjata tajam itu dibawa tersangka ketika beraksi.
Setelah kejadian, ternyata tersangka kembali lagi ke TKP. Kemungkinan, agar tidak dicurigai sebagai pelaku. ’’Namun, tetap dapat kami amankan,” ungkap Cristian saat konferensi pers di Mapolresta Sidoarjo, Senin (2/4).
Di hadapan petugas, tersangka mengaku baru saja diberhentikan dari tempat kerjanya di sebuah hotel. Prayogo mengaku butuh uang untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu, tersangka juga berniat mudik Lebaran ke kampung halamannya di Situbondo. Gelap mata hingga terjadilah pembunuhan tersebut.
Menurut Kapolresta, tersangka juga mengaku telah merencanakan aksinya tersebut. Terbukti, tersangka membekali dirinya dengan membawa pisau dapur. Namun, pisau itu tidak dipakai untuk membunuh korban. Begitu bertemu korban di minimarket, tersangka mengeluarkan pisau. Korban lantas berteriak. Lalu, pisau itupun ditaruh oleh tersangka di meja kasir.
‘’Tangan kiri tersangka mencekik leher. Tangan kanannya membekap mulut dan hidung korban dengan menggunakan jilbab korban, sambil kaki kanan tersangka ini menindih perut korban. Selama 10 menit hingga lemas (akhirnya meninggal dunia Red),’’ jelas Christian.
Prayogo pun tak jadi berlebaran di kampung. Dia mesti menghabiskan hari-harinya di hotel prodeo. Bahkan, kemungkinan besar bertahun-tahun. Karena perbuatan kejinya itu, polisi menjerat tersangka dengan Pasal 365 Ayat (3) KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan orang meninggal dunia. Prayogo terancam hukuman penjara paling lama 15 tahun.
Perampokan dan Pembunuhan di Gresik
Sementara itu, kasus perampokan dan pembunuhan di Desa Imaan, Kecamatan Dukun, Gresik, sejauh ini masih tersaput gelap. Meski telah bekerja keras untuk mengungkap sejak kejadian pada 16 Maret lalu, namun belum juga menunjukkan ada titik terang siapa pelaku sadis tersebut.
Sebagaimana diberitakan, TKP peristiwa berdarah tersebut terjadi di rumah yang juga menjadi usaha counter BRI Link milik Mahfud, 42, dan istrinya Wardatun Toyibah, 28. Dalam kejadian itu, Wardatun Toyibah tewas dihabisi pelaku dengan luka parah di leher sebelah kanan.
Polisi menerima laporan itu pada Sabtu (16/3), pukul 06.00 WIB. Setelah itu, petugas langsung bergerak untuk melakukan olah TKP. Hasil dari olah TKP, ada sejumlah barang korban yang hilang. Yakni, uang senilai lebih kurang Rp 150 juta dan satu buah HP. Uang itu disimpan di laci kamar korban.
Dari keterangan saksi-saksi, saat kejadian korban sedang tidur di kamar bersama anaknya yang masih berusia 2,5 tahun. Bahkan, balita itu juga mengalami luka di bagian kaki. Adapun sang suami, Mahfud, mengaku tidak tahu-menahu lantaran tidak tidur bersama korban di kamar. Tapi, Mahfud mengaku tidur di ruang tamu.
Untuk menguak misteri berdarah itu, polisi juga sudah menerjunkan anjing pelacak Unit K-9 Polda Jatim. Tujuannya menyisir TKP guna mencari petunjuk tambahan. Anjing pelacak itu diharapkan mampu nengendus jejak pelaku. Misalnya, sarung pisau yang tertinggal di TKP, jejak pelaku pada loker uang yang dicuri, maupun beberapa barang mencurigakan yang ditemukan di sepanjang jalan masuk desa.
Belum juga ada titik terang, masyarakat juga dikejutkan dengan penemuan mayat Sobikhul Alim, 20, pemuda asal Desa Imaan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Dia ditemukan tergeletak di sebuah ladang jagung yang berlokasi Desa Wotan, Kecamatan Pancang, sepuluh hari kemudian atau 26 Maret.
Nah, korban termasuk alah seorang yang telah dimintai keterangan dalam kasus perampokan dan pembunuhan dengan korban Wardatun Thoyibah tersebut. Dari hasil pemeriksaan Tim Labfor Polda Jatim, ditemukan ada kandungan racun pada tubuh korban. Namun, belum diketahui asal-usul racun tersebut. Termasuk apakah ada keterkaitan ataukah tidak dengan tragedi di Imaan.
Jika di Sidoarjo dapat cepat terungkap, tentu memang berbeda cerita. Yang jelas, proses penyidikan perampokan dan pembunuhan di wilayah hukum Gresik itu disebut tersendat lantaran minimnya bukti.
Kondisi korban dan TKP sudah dalam kondisi bersih saat petugas tiba. Dari informasi yang dihimpun, pihak keluarga memang tidak tahu sehingga bergegas memindahkan jenazah korban lantaran sempat menduga korban meninggal digigit ular.
Kabarnya, sejuah ini tim Satreskrim Polres Gresik terus bekerja untuk mengungkap satu PR tersebut. Termasuk, konon memburu terduga pelaku sampai keluar kota. Semoga cepat terungkap. (*)







