KabarBaik.co – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan pentingnya komitmen setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Kediri untuk menjaga keamanan pangan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Dari total kuota 150 SPPG yang diterima Kabupaten Kediri, sebanyak 75 SPPG kini telah terbentuk, dengan 64 di antaranya sudah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Pemkab Kediri. Dari jumlah itu, 57 SPPG telah aktif melayani sekitar 136.000 penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Ada tujuh yang belum beroperasi tapi kita serahkan SLHS hari ini karena besok mereka sudah akan mulai beroperasi,” ujar Mas Dhito usai menyerahkan sertifikat secara simbolis di Gedung Bagawanta Bhari, Rabu (29/10).
Mas Dhito juga mengingatkan seluruh pengelola dapur SPPG agar senantiasa menjaga kebersihan, mulai dari tempat produksi hingga makanan yang disalurkan kepada masyarakat.
“Kita berharap ini bisa terus kita pertahankan,” ungkapnya, seraya bersyukur karena sejauh ini program MBG berjalan aman tanpa kasus keracunan.
Dalam kegiatan tersebut, seluruh SPPG yang sudah beroperasi menandatangani komitmen keamanan pangan, disaksikan langsung oleh Mas Dhito bersama jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Ahmad Khotib menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan ketat terhadap SPPG yang telah beroperasi, mulai dari penyimpanan bahan pangan, proses pengolahan, hingga pendistribusian makanan.
“Menu juga telah ditentukan. Untuk seluruh karyawan di SPPG juga kita berikan pelatihan penjamah makanan,” terangnya.
Program MBG sendiri menjadi salah satu langkah strategis Pemkab Kediri dalam menekan angka stunting dan meningkatkan asupan gizi masyarakat. Dengan komitmen bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan pengelola SPPG, diharapkan program ini terus berjalan aman, higienis, dan berkelanjutan. (*)







