KabarBaik.co, Jombang – Menara masjid bersejarah di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, mulai dipercantik menjelang pelaksanaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar pada akhir Agustus 2026.
Bangunan peninggalan era sebelum kemerdekaan itu dipilih sebagai ikon resmi Muktamar karena memiliki nilai sejarah dan filosofi persatuan.
Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq mengatakan, menara masjid tersebut merupakan salah satu bangunan tertua di lingkungan pesantren yang hingga kini tetap dipertahankan keasliannya.
“Menara ini dibangun sebelum Indonesia merdeka. Bentuknya yang melingkar melambangkan persatuan dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujar Gus Rozaq, Sabtu (25/7).
Menara masjid dengan tinggi sekitar 20 meter ini terdapat tulisan empat huruf hijaiyah (خ ر ت م) yang di dinding dalam yang dibuat sekitar tahun 1914 oleh Kiai Hasbullah. Ukiran empat huruf hijaiyah ini bermakna kemerdekaan yang sempurna atau dikenal dengan istilah Khuru Tamim.
Sebagai ikon Muktamar, menara masjid ini untuk pertama kalinya mendapat pembaruan tampilan melalui pengecatan ulang dengan dominasi warna putih dan sentuhan emas.
Menurut Gus Rozaq, pembaruan hanya dilakukan pada tampilan luar tanpa mengubah struktur bangunan.
Selain mempercantik ikon Muktamar, panitia juga mengebut penyelesaian berbagai fasilitas pendukung.
Pekerjaan yang masih diprioritaskan meliputi pengurukan lahan untuk area parkir dan bazar serta penambahan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).
Seluruh persiapan fisik ditargetkan rampung pada akhir Juli sebelum dilakukan peninjauan oleh PBNU.
Panitia juga menyiapkan rekayasa lalu lintas selama Muktamar berlangsung. Kendaraan umum tidak diperbolehkan masuk ke kawasan pesantren.
Peserta akan turun di tepi jalan utama dan melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan listrik (golf car) yang disediakan panitia.
Sementara itu, akses ke area dalam hanya diperbolehkan bagi kendaraan keluarga pengasuh pesantren dan tamu VIP.
Meski demikian, Gus Rozaq memastikan aktivitas masyarakat sekitar tetap berjalan normal.
“Jangan sampai pelaksanaan Muktamar merugikan warga. Aktivitas masyarakat tetap bisa berjalan seperti biasa,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Jombang yang mempercepat perbaikan infrastruktur, mulai dari perbaikan jalan, pembersihan saluran sungai, hingga penggantian lampu penerangan jalan menuju kawasan pesantren. Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada akhir Juli.








