KabarBaik.co, Jombang – Kecelakaan maut terjadi di jalur arteri Surabaya–Jombang, tepatnya di Jalan Raya Dusun Bendorangkang, Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Sabtu (20/6) sekitar pukul 01.30 WIB.
Seorang pengendara sepeda motor bernama Irfan Ramadani, 20, warga Desa Pangeran Gadungan, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terjatuh dan masuk ke kolong truk tronton yang melaju searah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban mengendarai sepeda motor Yamaha Vega R bernomor polisi L 4264 FN dari arah Surabaya menuju Jombang.
Saat melintas di lokasi kejadian, korban diduga berusaha mendahului kendaraan di depannya melalui lajur kanan. Namun, sepeda motor yang dikendarainya tiba-tiba oleng hingga korban terjatuh.
Nahas, tubuh korban terpental ke lajur kiri dan masuk ke bawah Truk Isuzu Tronton Hi Wing Box bernomor polisi S 8032 NE yang melaju searah di jalur kiri.
Karena jarak yang sudah terlalu dekat, korban terlindas ban truk dan meninggal dunia seketika di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara itu, sepeda motor korban tersangkut di bawah truk dan terseret hingga sekitar 200 meter.
Sopir truk, Miftakhul Khoir, 38, warga Desa Wotanmas Jedong, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, mengaku sempat melihat pergerakan sepeda motor korban melalui kaca spion.
“Saya lihat di spion, tiba-tiba sepeda motor itu nyalip lalu oleng ke arah truk saya. Posisi saya di lajur kiri, sedangkan korban di lajur kanan. Setelah oleng langsung masuk ke kolong truk. Motornya terseret sekitar 200 meter dan korban meninggal di lokasi,” ujarnya.
Menurut Miftakhul, dugaan sementara kecelakaan terjadi karena korban melintasi permukaan jalan yang bergelombang saat hendak mendahului kendaraan lain.
“Diduga korban melintasi jalan bergelombang sehingga kehilangan kendali dan terjatuh,” katanya.
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi segera melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban ke RSUD Jombang untuk penanganan lebih lanjut.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto, mengimbau para pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara pada dini hari.
“Pengendara kami imbau untuk mengenali karakteristik jalan yang dilalui, menjaga jarak aman antar kendaraan, serta tidak memaksakan diri mendahului apabila kondisi jalan tidak memungkinkan demi keselamatan bersama,” pungkasnya.






