Polisi Mulai Periksa Saksi Kasus Nakes Terlibat Dugaan Aborsi di Bojonegoro

oleh -119 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 06 at 1.48.22 PM
AKP Cipto saat konferensi Pers di halaman Mapolres Bojonegoro (Shohibul Umam)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Polisi mulai mendalami kasus dugaan aborsi yang menyeret tiga tenaga kesehatan di Bojonegoro. Dalam upaya mengungkap kasus tersebut, penyidik telah memeriksa dokter yang mendampingi korban saat proses persalinan.

Kasat Reskrim Polres Bojonegoro AKP Cipto Dwi Leksana mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan muncul fakta baru yang menunjukkan korban telah melahirkan. Namun, sebelum menjalani persalinan, korban diketahui sempat mengalami keguguran.

“Kami telah meminta keterangan ahli, dalam hal ini dokter obgin yang mendampingi korban. Dari keterangan tersebut diketahui bahwa sebelum mendapatkan penanganan dokter, korban diduga meminta untuk digugurkan namun gagal dan kemudian dibawa kedokter untuk melahirkan,” ujar Cipto, Sabtu (6/6).

Meski demikian, terkait tiga tenaga kesehatan yang diduga terlibat dalam praktik aborsi tersebut, AKP Cipto mengaku pihaknya belum melakukan pemanggilan terhadap ketiganya.

“Belum, Mas, Nanti diupdate lagi kalau sudah selesai pemeriksaan ahli dokter obgyn nya ujarnya.

Sementara itu, Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro menyiapkan sanksi tegas bagi oknum tenaga kesehatan yang diduga terlibat dalam kasus tersebut apabila nantinya terbukti bersalah.

Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Aparatur BKPP Kabupaten Bojonegoro, Daniar Surya Adi Permana, mengatakan bahwa sanksi terberat yang dapat diberikan adalah pemberhentian dari status kepegawaian.

“Jika terbukti bersalah, tentu akan kami berikan sanksi. Sanksi terberatnya adalah pemberhentian,” ungkap Daniar.

Namun demikian, BKPP masih menunggu hasil penyelidikan yang saat ini tengah dilakukan oleh Satreskrim Polres Bojonegoro. Karena itu, pihaknya belum dapat menjatuhkan sanksi kepada para tenaga kesehatan yang bertugas di fasilitas kesehatan milik pemerintah tersebut.

“Kami masih menunggu hasil penyelidikan,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.