Proses Penggantian Kiswah Ka’bah Suci Dimulai

oleh -164 Dilihat
KISWAH KAKBAH

KabarBaik.co, Makkah- Otoritas Umum untuk Pemeliharaan Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, yang diwakili oleh Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka’bah Suci, telah memulai persiapan untuk mengganti Kiswah (kain penutup) Ka’bah.

Sesuai dengan tradisi tahunan Ka’bah Suci, proses tersebut meliputi pelepasan ornamen bersulam emas, elemen dekoratif, lampu-lampu, dan hiasan lain yang menempel pada Kiswah, serta penurunan tirai pintu Ka’bah.

Kain Kiswah yang baru diangkut dari kompleks produksi menuju Masjidil Haram melalui sistem operasional terpadu yang mematuhi standar internasional tertinggi. Tim khusus dari Arab Saudi mengawasi langsung seluruh proses penggantian ini, mulai dari mengangkat Kiswah lama, melepas komponen sulaman emas, hingga memasang kain penutup yang baru.

Komposisi dan Pengujian Bahan Baku

Produksi Kiswah mengandalkan bahan baku bermutu tinggi, yang meliputi:

  • 825 kilogram sutra alami,
  • 47 gulung sutra hitam untuk penutup luar,
  • 400 kilogram kapas mentah untuk lapisan dalam,
  • 60 kilogram perak murni untuk sulaman, serta
  • 120 kilogram perak berlapis emas yang digunakan untuk menyulam ayat-ayat Al-Qur’an dan motif dekoratif.

Semua bahan tersebut wajib menjalani pengujian ketat di laboratorium kompleks demi memastikan kepatuhan terhadap standar kualitas tertinggi dan daya tahan yang kuat di tengah kondisi iklim yang berubah-ubah.

Proses Produksi dan Keahlian Pengrajin

Pada tahap pencetakan, ayat-ayat Al-Qur’an dan motif Islami dipindahkan ke atas kain sebagai persiapan sebelum dibordir. Ayat dan motif tersebut kemudian disulam menggunakan benang emas dan perak dengan teknik presisi tinggi, yang mencerminkan tingkat keahlian luar biasa dari para pengrajin Arab Saudi.

Teknik tenun tangan (hand weaving) tetap dipertahankan untuk bagian-bagian khusus dan elemen dekoratif yang membutuhkan keterampilan serta ketelitian tingkat tinggi. Para pengrajin Saudi ini berperan penting dalam melestarikan karakter seni dan warisan budaya yang telah melekat pada Kiswah sepanjang sejarahnya.

Setelah seluruh tahapan manufaktur selesai, bagian-bagian yang telah disulam dirakit untuk membentuk satu kesatuan Kiswah yang utuh dan siap dipasang pada Ka’bah Suci. Proses ini dijalankan dalam kerangka operasional yang menyeluruh di bawah pengawasan para spesialis dan teknisi berpengalaman.

Tujuh Tahapan Produksi

Sistem produksi Kiswah yang memadukan kualitas dan keahlian ini terbagi ke dalam tujuh tahapan utamal Yaitu, pewarnaan (dyeing), penenunan dengan mesin (machine weaving), pengujian laboratorium (laboratory testing), pencetakan (printing), penyulaman/bordir (Embroidery), penenunan dengan Tangan (hand weaving), perakitan (assembly)

Bahan-bahan premium berpadu dengan pengerjaan yang teliti menghasilkan sebuah mahakarya yang agung, selaras dengan kedudukan tinggi Ka’bah Suci serta kesucian Masjidil Haram.

Melalui upaya tersebut, Kerajaan Arab Saudi terus memajukan produksi Kiswah dengan memanfaatkan keahlian nasional dan teknologi modern, sekaligus memastikan kelestarian warisan Islam yang penting ini. Selama satu abad, tradisi penggantian Kiswah setiap tahun telah menjadi simbol komitmen Kerajaan dalam melayani Dua Masjid Suci dan memperbarui penutup Ka’bah Suci setiap tahunnya. (*)

Sumber: Kantor Berita Arab Saudi (SPA).

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.